Hari Penanggulangan Degradasi Lahan

Peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan

Oleh: Hilfi Nurlaily Rizkini

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui siding umum PBB no. A/RES/49/155 mendeklarasikan 17 Juni sebagai hari Penanggulangan Degradasi lahan dan Kekeringan Sedunia (The World to Combat Desertification and Drought) dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan bahaya degradasi lahan bagi kelangsungan hidup manusia. Dilansir dari laman KEHATI, peringatan ini juga bertujuan mengingatkan kepada masyarakat dunia bahwa dengan melakukan perbaikan ekosistem yang telah terdegradasi memiliki potensi penyerapan karbon sebanyak 3 milyar ton pertahun.

Lahan terdegradasi dikenal sebagai lahan kritis (critical land) yang didefinisikan sebagai lahan atau hutan yang menurun fungsinya akibat tingkat penggunaan yang melampaui kemampuannya (capability).  Lahan terdegradasi juga dikenal sebagai lahan hutan yang terlantar (abandoned land) yang cenderung menjadi open access forest land, dimana atas lahan tersebut telah diterbitkan konsesi, namun oleh berbagai sebab (termasuk pencabutan konsesi), saat ini dalam keadaan tidak dimanfaatkan atau dikuasai masyarakat untuk penggunaan lain (Wahyunto dan Dariah 2014).

Terjadinya penurunan kandungan bahan organik menurut Woomer dan Ingram (1990) disebabkan oleh beberapa aspek, antara lain faktor erosi yang akan menghanyutkan bahan organik dan tanah lapisan atas yang kaya bahan organik. Namun demikian perubahan bahan organik tanah pada tanah yang tidak tererosi sangat dipengaruhi oleh kondisi fisika, kimia, dan biologi tanah (Ar-riza et al 2014). Terjadinya penurunan kandungan bahan organik menurut Woomer dan Ingram (1990) disebabkan oleh beberapa aspek, antara lain faktor erosi yang akan menghanyutkan bahan organik dan tanah lapisan atas yang kaya bahan organik. Namun demikian perubahan bahan organik tanah pada tanah yang tidak tererosi sangat dipengaruhi oleh kondisi fisika, kimia, dan biologi tanah.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Badan Pusat statistic (BPS) pada tahun 2018 terdapat 14 juta Ha lahan terdegradasi diseluruh Indonesia. Pemulihan lahan terdegradasi selalu memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang lama. Oleh karena itu, pencegahan atau usaha untuk memperkecil kemungkinan terjadinya degradasi lahan lebih dianjurkan (Ar-riza 2014). Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak upaya dalam menanggulangi degradasi lahan,salah satunya dengan menerbitkan Undang-undang Nomor 37 Tahun 2014 tentang Konservasi Tanah dan Air. Selain itu pemerintah juga menggalkan target Indonesia Land Degradation Neutrality (LDN) pada 2030.

Merupakan kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam mencegah terjadinya degradasi lahan dengan cara sekecil apapun, seperti upaya pencegahan banjir dan longsor, serta melakukan penghijauan di lingkungan sekitar.

Selamat Memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan

 

Daftar Pustaka

Ar-riza I., Rumanti I., Alwi M. 2014. Degradasi Lahan dan Isu Lingkungan. Bogor (ID): Repositori Publikasi Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. 2018. Luas dan penyebaran lahan kritis Menurut provinis (Hektar), 2011-2018. [Diunduh 15 Juni 2021]. https://www.bps.go.id/indicator/60/588/1/luas-dan-penyebaran-lahan-kritis-menurut-provinsi.html

KEHATI. 2019. Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekerigan Sedunia2019: Kurangi Kerusakan Bumi Indonesia. [Diunduh 15 juni 2021]. https://www.kehati.or.id/hari-penanggulangan-degradasi-lahan-dan-kekeringan-sedunia-2019-kurangi-kerusakan-bumi-indonesia/

Wahyunto W, Ai D. 2014. Degradasi lahan di indonesia: kondisi existing, karakteristik, dan penyeragaman definisi mendukung gerakan menuju satu peta. Jurnal Sumberdaya Lahan. 8(2) : 81-93.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *