Hari Lingkungan Hidup Sedunia

HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA

Oleh: Muhammad Ibrahim Ismail

Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 5 Juni. Peringatan ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1972 dengan tema Only One Earth dalam Konferensi Lingkungan Manusia atau Konferensi Stockholm, yang digelar di Stockholm, Swedia pada tanggal 5-16 Juni 1972. Usulan mengenai diperingatinya Hari Lingkungan Hidup Sedunia disampaikan oleh Jepang dan Senegal. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global dalam melestarikan kondisi lingkungan.

Lingkungan hidup menjadi isu penting yang sudah menjadi perhatian sejak lama. Dampak pandemi Covid-19 secara langsung juga berpengaruh terhadap potensi risiko di aspek lingkungan pada tahun 2021. IESA mencatat ada empat hal terkait potensi risiko lingkungan pada tahun ini yang perlu menjadi perhatian. Pertama, permasalahan lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan, banjir, longsor, dan perubahan iklim diprediksi masih akan terus berlangsung. Kedua, Undang-Undang Cipta Kerja dapat mengubah pola tata kelola yang ada saat ini. Penyusunan peraturan teknis harus melibatkan pemangku kepentingan tata kelola lingkungan dan kehutanan Ketiga, perubahan tatanan perilaku selama masa pandemi Covid-19 telah membawa dampak langsung pada pengelolaan sampah. Saat ini, kita semua membutuhkan masker untuk melindungi diri dari penyebaran virus Covid-19. Namun perlu ada upaya mitigasi terhadap risiko penularan kembali virus Covid-19 dari sampah masker yang telah digunakan. Sampah medis yang sudah digunakan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, khususnya di perairan. Keempat, tekanan terhadap kapasitas fiskal yang terjadi pada tingkat pemerintah daerah dan pemerintah pusat berpotensi mempengaruhi ketersediaan anggaran pemerintah untuk pengelolaan lingkungan.

Adapun usaha yang dapat dilakukan untuk melestarikan lingkunga hidup diantaranya yaitu:
1. Melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan
2. Memberikan perlakuan khusus kepada limbah
3. Melakukan reboisasi pada lahan-lahan yang kritis
4. Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri yang ramah lingkungan
5. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan
6. Menghemat penggunaan kertas dan pensil,
7. Membuang sampah pada tempatnya,
8. Memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang,
9. Menghemat penggunaan listrik, air, dan BBM, serta,
10. Menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan rumah tinggal

 

Sumber :

https://news.detik.com/berita/d-5590479/sejarah-hari-lingkungan-hidup-sedunia-diperingati-tiap-5-juni

http://ditjenppi.menlhk.go.id/berita-ppi/3568-elamat-hari-lingkungan-hidup-sedunia-5-juni-2020-time-for-nature.html

https://dlh.paserkab.go.id/detailpost/cara-menjaga-lingkungan-hidup