Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia

HARI KEANEKARAGAMAN HAYATI SEDUNIA

Oleh: Rifki Setiadi Junianto

Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia atau International Day for Biological Diversity selalu diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Mei. Hari Keanekaragaman Hayati tahun ini mengangkat tema “We’re part of the solution”. Tema tersebut dipilih sebagai kelanjutan dari momentum tahun 2020 dengan tema “Our solutions are in nature” yang mengingatkan bahwa keanekaragaman hayati tetap menjadi jawaban atas beberapa tantangan pembangunan berkelanjutan.

Keanekaragaman hayati atau dikenal juga dengan “Biodiversitas” merupakan suatu istilah yang mencakup semua bentuk kehidupan yang ada di bumi, meliputi spesies flora dan fauna, mikroorganisme, termasuk gen yang terkandung di dalamnya, ekosistem, serta proses-proses ekologi (Sutoyo 2010). Indonesia merupakan penyandang predikat sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia setelah Brazil. Letak Indonesia yang berada di daerah khatulistiwa dan memiliki iklim tropis sangat mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan berbagai flora dan fauna. Sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang lebih besar dibandingkan negara-negara dengan lintang tinggi.  Indonesia merupakan rumah dari 25.000 spesies tumbuhan berbunga (10% dari tumbuhan berbunga dunia). Terdapat 515 spesies mamalia (12% dari jumlah mamalia dunia), 600 spesies reptilia, 1500 spesies burung dan 270 spesies amfibia (Siboro 2019). Upaya pengelolaan keanekaragaman hayati Indonesia harus terus dikembangkan dan diarahkan untuk pembangunan yang berkelanjutan, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kasus pandemi saat ini menjadi relevan dibicarakan diperingatan Hari Keanekaragaman Hayati, karena penyebab penyakit Covid-19 adalah virus SARS CoV2 yang diduga berasal dari virus Corona yang ada di dalam tubuh kelelawar. Terjadinya pandemi Covid-19 saat ini memperjelas fakta bahwa ketika kita merusak keanekaragaman hayati, kita menghancurkan sistem yang mendukung kehidupan manusia. Terputusnya rantai kehidupan dan rusaknya habitat menjadi pemicu satwa liar lebih mendekati populasi manusia dan meningkatkan penyebaran virus zoonosis, seperti Covid-19. Hilangnya keanekaragaman hayati mengancam keberlangsungan hidup manusia, termasuk kesehatan.

Tindakan ceroboh manusia seperti penggundulan hutan, perambahan habitat satwa liar, pertanian intensif, dan percepatan perubahan iklim, telah mengganggu keseimbangan alam yang rapuh. Manusia telah mengubah sistem yang secara alami akan melindungi manusia dengan menjadi benteng pertahanan dari patogen tertentu, termasuk virus corona untuk menyebar. Tingginya keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem dapat menghambat suatu patogen menyebar dengan cepat atau mendominasi; sedangkan hilangnya keanekaragaman hayati yang merupakan dampak dari modifikasi manusia terhadap struktur populasi satwa liar memberikan peluang bagi patogen untuk berpindah antara hewan dan manusia (Robinson 2020).

Pandemi Covid-19 memberi kesempatan bagi manusia untuk meninjau kembali hubungan dengan alam untuk menciptakan dunia yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Alam merupakan solusi dari beberapa tantangan mendesak yang dihadapi manusia saat ini. Alam dapat memurnikan udara yang kita hirup, membersihkan air yang kita minum, serta menghasilkan berbagai makanan yang kita butuhkan untuk tetap sehat dan melawan penyakit. Diperlukan rencana yang kuat untuk melindungi alam, sehingga alam dapat melindungi umat manusia. Inilah saatnya untuk menata kembali hubungan kita dengan alam dan menempatkan alam sebagai inti pengambilan keputusan.

Daftar Pustaka

Robinson D. 2020. Coronaviruses: are they here to stay?. United Nations Environment Program [diakses 2021 Mei 19]. https://www.unep.org/news-and-stories/story/coronaviruses-are-they-here-stay

Siboro TD. 2019. Manfaat keanekaragaman hayati terhadap lingkungan. Jurnal Ilmiah Simantek. 3(1):1-4.

Sutoyo. 2010. Keanekaragaman hayti Indonesia, suatu tinjauan: masalah dan pemecahannya. Buana Sains. 10(2): 101-106.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *