Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2021

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2021

Kenali dan Lindungi Satwa Nasional Indonesia Ini Sebelum Terlambat!

Penulis: Adhani Putri Andini

Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto menjadi awal mula ditetapkannya Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diperingati setiap tanggal 5 November. Peringatan ini dibuat dengan tujuan mengingatkan pentingnya keberadaaan puspa dan satwa Indonesia sehingga masyarakat menjadi cinta, peduli, dan diharapkan ikut serta dalam upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan flora dan fauna secara keberlanjutan untuk kehidupan manusia. Keppres Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional menyebutkan tiga jenis satwa Indonesia yang masing-masing mewakili habitat darat, air, dan udara. Tiga jenis satwa tersebut yaitu:

  1. Komodo (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional
  2. Ikan siluk merah (Sclerophages formosus) sebagai satwa pesona
  3. Elang jawa (Spizaetus bartelsi) sebagai satwa langka

Selain satwa, di dalam keppres tersebut juga tercantum tiga jenis bunga yang ditetapkan sebagai bunga nasional, yaitu:

  1. Melati (Jasminum sambac) sebagai puspa bangsa
  2. Anggrek bulan (Palaenopsis amabilis)
  3. Padma raksasa (Rafflesia arnoldi)

 

Komodo (Varanus komodoensis) Sebagai Satwa Nasional

            Komodo (Varanus komodoensis) merupakan jenis kadal terbesar yang habitat alaminya berada di Pulau Komodo, Rinca, Nusa Kode, dan Gili Motang yang termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Reptil yang termasuk ke dalam famili Varanidae ini memiliki beberapa nama daerah, yaitu ora, mbou, mbau, dan rugu. Komodo dewasa jantan memiliki tubuh yang panjangnya dapat mencapai 3.1 meter dan bobot tubuhnya mencapai 100 kg sedangkan komodo dewasa betina panjang tubuhnya dapat mencapai 2.4 meter dan bobot tubuh mencapai 40 kg. Komodo memiliki rahang yang berguna untuk menarik mangsanya dibantu oleh 60 gigi yang bergerigi tajam untuk mencabik mangsa. Air liur yang dihasilkan Komodo mengandung beberapa bakteri dan toksin yang dihasilkan dari kelenjar racun yang terletak di dasar gigi. Komodo memiliki indera penciuman yang sangat tajam. Partikel bau dideteksi oleh lidah bercabang kemudian rangsangan dibawa ke organ Jacobson sehingga menyebabkan otak bereaksi. Kaki Komodo terdiri dari 2 pasang kaki dengan masing-masing 5 jari dengan kuku melengkung dan tajam yang berguna untuk mencengkeram mangsa, menggali sarang, dan memanjat pohon. Panjang ekor Komodo akan melebihi panjang tubuhnya saat remaja namun akan sama panjang saat dewasa. Ekornya menyimpan cadangan lemak, memiliki otot yang kuat, membantu menjaga keseimbangan saat berlari, dan berfungsi sebagai dayung saat berenang. Komodo merupakan salah satu top predator. Ia memangsa serangga, reptile lain, telur penyu, telur burung, burung, babi hutan, rusa, kuda, kerbau, dan terkadang memangsa sesama Komodo.

Berdasarkan IUCN redlists, Komodo menyandang status konservasi rentan (vulnerable) terhadap kepunahan. Komodo masuk ke dalam Appendix I dalam perdagangan satwa internasional yang tercantum pada CITES dan merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Ancaman yang dialami Komodo meliputi perburuan rusa berlebihan yang merupakan mangsa Komodo, pembakaran dan alih fungsi lahan, serta kompetisi dengan anjing liar yang diintroduksi oleh manusia. Hal ini menyebabkan konflik antara Komodo dengan manusia sehingga populasi Komodo menurun. Ancaman baru Komodo yang sempat ramai di berbagai media sosial di Indonesia maupun internasional yaitu proyek pembangunan wisata di Taman Nasional Komodo. Proyek ini menuai kontroversi dari berbagai organisasi masyarakat hingga UNESCO turun tangan. UNESCO mengeluarkan surat yang meminta Pemerintah Indonesia untuk menghentikan proyek pembangunan ini. Peringatan ini dilayangkan akibat potensi pembangunan yang dapat membahayakan keberadaan Komodo yang merupakan spesies kunci di wilayah tersebut dan aset yang bernilai luar biasa. Taman Nasional Komodo dinobatkan sebagai salah satu World Heritage Site oleh UNESCO. Suatu pusaka harus memenuhi syarat integritas atau keautentikan dan sistem perlindungan serta pengelolaan dalam menjamin kelestariannya. Sangat disayangkan jika Indonesia sampai kehilangan salah satu World Heritage Site yang dibanggakan ini akibat mementingkan bisnis tanpa memerhatikan aspek lainnya.

 

Sumber:

https://tirto.id/hari-cinta-puspa-dan-satwa-nasional-5-november-tujuan-hcpsn-gkXw

https://komododragon.org/

https://www.mongabay.co.id/2021/08/04/unesco-minta-setop-proyek-wisata-di-tn-komodo-respon-pemerintah/

https://www.kompas.id/baca/dikbud/2021/08/04/kartu-kuning-warisan-dunia-di-indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.