Hari Bumi

Hari Bumi

Penulis: Yovan Herland Pradana

Hari Bumi merupakan peringatan tahunan yang diadakan untuk mengapresiasikan lingkungan di dunia ini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang polusi. Diawali sebagai gerakan akar rumput, Hari Bumi mendapat dukungan dari beberapa pihak untuk membentuk Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) dan berkontribusi pada pengesahan UU Udara Bersih, UU Peningkatan Kualitas Air, UU Spesies Terancam Punah, dan beberapa undang-undang lingkungan lainnya.

Hari Bumi ini diperingati setiap tanggal 22 April di seluruh dunia sebagai upaya untuk menyelamatkan bumi ini. Peringatan Hari Bumi tahun ini mengambil tema “Restore Our Earth” yang berarti kembalikan bumi kami. Hari Bumi pertama kali dirayakan pada tahun 1970 oleh 20 juta orang Amerika. Lalu, peringatan hari bumi semakin mendunia pada tahun 1990 dengan 200 juta orang dari 141 negara yang ikut merayakan. Pada tahun 2016 semakin banyak negara yang berpartisipasi sehingga peringatan Hari Bumi dikoordinasi oleh Jaringan Hari Bumi atau Earth Day Network (Morton 2016).

Hari Bumi di berbagai negara diperingati dengan cara melakukan suatu kegiatan yang berguna untuk melindungi bumi. Berbagai kegiatan yang dilakukan bertujuan agar bumi tetap sehat, dan tetap aman apabila tidak ada yang membuat semakin rusak. Bumi yang tidak dijaga dengan baik akan berdampak bagi lingkungan, salah satunya yaitu bencana alam yang mengakibatkan dampak buruk pada masyarakat.

Pemanasan global masih menjadi fokus perhatian global dalam peringatan Hari Bumi setiap tahunnya. Indonesia sebagai salah satu dari 186 negara yang menandatangani Perjanjian Iklim Paris, yang berkewajiban dan berkomitmen untuk menurunkan emisi gasnya kke atmosfer menjelang target yang dicanangkan PBB pada tahun 2030. Namun Leonard Simanjuntak selaku kepala Greenpeace Indonesia mengatakan upaya pemerintah Indonesia masih jauh dari target penurunan emisi karbon agar bumi tidak memanas lebih dari 1,5°C. Pemerintah merencanakan untuk melakukan deforestasi guna mengurangi pemanasan global dalam menghambat pelepasan karbon, namun rencana tersebut merupakan ancaman yang serius karena dapat mengurangi hutan yang tersisa sekarang.

Lalu, bagaimana solusinya?

Kita ketahui, pencemaran di Indonesia rata-rata berasal dari industri-industri besar dan juga gas kendaraan bermotor. Pemerintah perlu menindak pelaku pencemaran industri bukan hanya orang-orang tingkat pelaksana atau industri kecil. Pemerintah juga menerapkan konsep yang berhubungan dengan pembangunan rendah karbon dan ekonomi yang berwawasan lingkungan. Kita sebagai masyarakat harus bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga bumi ini dari berbagai pencemaran yang dapat merusak bumi kita ini. Kita juga sebagai mahasiswa harus bisa mengingatkat masyarakat yang ada di sekitar kita untuk bisa menjaga bumi ini agar bumi kita ini bisa membaik.

Bumi Sehat, Masyarakat Senang

Selamat Hari Bumi

Daftar Pustaka

https://www.google.com/amp/s/www.voaindonesia.com/amp/hari-bumi-aktivis-dan-pakar-lingkungan-desak-pemerintah-terapkan-kebijakan-progresif/5384864.html

https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/22/090237965/mengenal-hari-bumi-dari-pengertian-sejarah-hingga-maknanya?page=all#page2

Morton J. 2016. The Story Behind Earth Day. Refuge Notebook. 33-34.

Leave a Reply

Your email address will not be published.