Hari Air Sedunia

HARI AIR SEDUNIA

Oleh: Dimas Dwi Putra

Air menjadi asal muasal semua bentuk kehidupan di bumi. Dari air bermula kehidupan dan karena air peradaban tumbuh dan berkembang. Tanpa air, berbagai proses kehidupan tidak dapat berjalan, sehingga penyediaan air untuk kebutuhan domestik, irigasi dan industri menjadi perhatian dan prioritas utama. Air merupakan hak manusia yang artinya, setiap manusia di muka bumi ini mempunyai hak dasar yang sama terhadap pemakaian air.

Demi mengingat peran air di dunia, maka ditetapkanlah Hari Air Sedunia setiap tanggal 22 Maret. Hari Air Sedunia atau World Water Day merupakan acara tahunan yang memiliki tujuan untuk menarik perhatian masyarakat global mengenai pentingnya air bagi kehidupan dan penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

Sekitar 15% dari air yang digunakan di seluruh dunia merupakan penggunaan air oleh rumah tangga. Penggunaan air ini berhubungan dengan kegiatan rumah tangga seperti penggunaan air untuk minum, mandi, memasak, sanitasi, dan berkebun. Konsumsi air minum untuk satu rumah tangga diperkirakan 50 liter per hari, namun kebutuhan tersebut belum termasuk kebutuhan berkebun.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan populasi dunia, saat ini sebesar 7,6 miliar dan akan melonjak menjadi 9,8 miliar pada tahun 2050. PBB memperkirakan mulai sekarang sampai tahun 2050, setengah dari pertumbuhan penduduk dunia akan terkonsentrasi di sembilan negara, yakni India, Nigeria, Kongo, Pakistan, Ethiopia, Tanzania, Amerika Serikat, Uganda dan Indonesia. Dengan peningkatan atau pertumbuhan terbesar di negara-negara berkembang yang pernah mengalami krisis air sebelumnya.

Permasalahan dalam perlindungan air tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan teknis-ekonomis mengandalkan pengetahuan dan teknologi semata. Masalah dan krisis air hanya dapat diselesaikan dengan mengubah persepsi dan perilaku manusia terhadap lingkungan, air dan sumberdaya air. Suatu hal yang perlu diubah adalah perubahan cara pandang maupun perilaku, dan ini harus menjadi gerakan moral bukan hanya untuk individu, tetapi untuk masyarakat luas.

Dengan setiap tahunnya memperingati Hari Air Sedunia ini diharapkan masyarakat dunia sadar akan pentingnya air bersih bagi kehidupan. Diharapkan agar masyarakat dunia tidak merusak lingkungan dan tetap menggunakan air secukupnya karena hal tersebut berpengaruh terhadap ketersediaan air di bumi.

 

Sumber:

Lestari F, Susanto T, Kastamto. 2021. Pemanenan air hujan sebagai penyediaan air bersih pada era new normal di Kelurahan Susunan Baru. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan. 4(2) : 427-434.

Mawardi M. 2014. Air dan masa depan kehidupan. Jurnal Tarjih. 2(1) : 131-141.

Qona’ah S. 2018. Strategy komunikasi kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat dalam mensosialisasikan peringatan Hari Air Sedunia 2018. Jurnal Komunikasi. 9(2) : 168-175.