Teknik Pengayaan Habitat Untuk Konservasi Keanekaragaman Kupu-Kupu

Posted on Posted in IPB

 

 

KPK

Indonesia yang beriklim tropis merupakan negara yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi termasuk di dalamnya fauna kupu-kupu. Kupu-kupu berperan sebagai polinator yang membantu terjadinya polinasi pada bunga-bunga sehingga reproduksi tumbuhan dapat berlangsung dengan baik. Selain itu, di dalam ekosistem, kupu-kupu merupakan penyedia makanan karena perannya sebagai herbivora dan juga sumber makanan bagi hewan-hewan karnivora. Hal ini membuktikan bahwa perlunya dilakukan upaya pelestarian terhadap kupu-kupu. Penghijauan yang seringkali dilakukan dilahan kritis seringkali menggunakan beberapa spesies saja, terkadang juga bukan tumbuhan lokal. Hal ini menjadi masalah karena tidak tersedianya pakan-pakan bagi satwa. Maka dari itu perlu dilakukannya pemulihan lahan kritis. Agar pemulihan lahan kritis dapat dilakukan, diperlukan informasi tentang konservasi kupu-kupu dan data awal lahan kritis.

Kobayashi (2001) menjelaskan bahwa tujuan rehabilitasi ekosistem hutan tropika yang rusak adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan biodiversitas, nilai prosuksi kayu yang komersial, produksi non-kayu dan lain sebagainya. Teknik pengayaan habitat merupakan suatu cara untuk memperbaiki dan memperkaya habitat dengan penanaman sumberdaya tumbuhan lokal yang mendukung kehidupan beranekaragam kupu-kupu. Dalam mendukung siklus hidup kupu-kupu, dua kelompok tumbuhan yang dibutuhkan yaitu kelompok tumbuhan inang pakan larva dan kelompok tumbuhan inang berbunga sebagai pakan imago (kupu-kupu). Teknik Pengayaan habitat diharapkan mampu meningkatkan tingkat keanekaragam kupu-kupu di wilayah tersebut.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *