SEJUTA POHON DITANAM, SEJUTA POHON DIRAWAT

Posted on Posted in Peringatan Hari Lingkungan

Hari Sejuta Pohon SeduniaOleh: Hana Intishar Sawitri

Hari Sejuta Pohon Sedunia diperingati setiap tanggal 10 Januari di berbagai belahan bumi. Peringatan hari ini memang tidak begitu ramai jika dibandingkan dengan hari lingkungan lainnya, namun hal tersebut tidak menyurutkan esensi dari hari sejuta pohon ini. Kegiatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat untuk memperingati hari ini adalah dengan menanam berbagai pohon dan tanaman lainnya yang diharapkan dapat menyerap karbondioksida (CO2) dan menghijaukan bumi kita tercinta.

Pohon memiliki berbagai manfaat yang sebagian besar sudah diketahui oleh banyak orang, seperti manfaat pohon dalam menyerap karbondioksida, menghasilkan oksigen, menyerap partikel limbah yang ada di udara, melestarikan air tanah, sebagai peredam kebisingan, dan masih banyak lagi manfaat dari pohon yang dapat kita rasakan. Menurut Dahlan (2008), jenis tanaman yang memiliki daya serap terhadap CO2 yang sangat tinggi adalah Beringin (Ficus benjamina), Kopal (Trachylobium verrucossum), Pingku (Dysoxylum excelsum), dan Kenanga (Canangium odoratum). Jenis yang berdaya serap tinggi adalah Bungur (Lagerstroemia speciosa), Segawe (Adenanthera pavonina), Selasihan (Cinnamomum parthenoxylon), Mahoni (Swietenia mahagoni), Kiara payung (Filicium decipiens), dan Medang (Beilschmiedia roxburghiana).

Kegiatan penanaman pohon memang penting, namun memastikan pohon tersebut tumbuh dan berkembang dengan baik adalah hal yang lebih penting lagi. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan pemeliharaan pohon. Kegiatan pemeliharaan pohon merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pengurus Himakova secara berkala dalam memastikan keberlangsungan hidup dari pohon-pohon yang telah ditanam pada bulan September 2017 lalu, sekaligus sebagai kegiatan untuk memperingati hari sejuta pohon sedunia ini. Perawatan dilakukan pada tanggal 7 Januari 2018 lalu di Kampus IPB Darmaga dimana jenis pohon yang dirawat yaitu Ulin (Eusideroxylon zwageri), Meranti (Shorea leprosula), dan Damar (Agathis dammara). Perawatan yang dilakukan meliputi kegiatan pendangiran, pemupukan, pemberian mulsa, dan pemangkasan cabang.

Pendangiran merupakan upaya menggemburkan tanah di sekitar pohon agar memudahkan pertukaran udara dan penyerapan air. Pemupukan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan nutrisi bagi tanaman agar dapat tumbuh lebih baik. Pemberian mulsa bermaksud untuk mengurangi penyiraman dikarenakan penguapan air dari tanah berkurang, menjaga suhu tanah agar lebih stabil, mengendalikan gulma, mengurangi erosi air atau angin, dan sebagai sumber hara. Mulsa yang digunakan dapat berupa jerami, serasah, kompos, atau segala sesuatu yang berasal dari makhluk hidup. Pemangkasan cabang dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu kayu dengan mengurangi mata kayu dan agar nutrisi pohon terfokuskan untuk pertumbuhan pohon ke atas.

Hari sejuta pohon sedunia dapat dimaknai dengan berbagai cara, entah itu menanam, merawat, atau mungkin dapat dimaknai dengan tidak merusak pohon yang sudah ada. Kita mempunyai peran kita masing-masing dalam merawat bumi kita ini, semua tergantung bagaimana kita menjalaninya. Hal yang perlu diingat adalah bahwa perawatan pohon merupakan tanggung jawab kita bersama yang mengiringi tindakan penanaman pohon yang telah kita lakukan. Sejuta pohon ditanam, sejuta pohon pula yang dirawat.

Pustaka:

Dahlan EN. 2008. Jumlah Emisi Gas CO2 dan Pemilihan Jenis Tanaman Berdaya Rosot Sangat Tinggi: Studi Kasus di Kota Bogor. Jurnal Media Konservasi. 13 (2): 45-50.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *