Satrio (Ketua Himakova), Mahasiswa Aktivis yang juga Seorang Konservasionis

Posted on Posted in IPB

semnas-unpad

Sumber: http://dapyuk.com/satrio-mahasiswa-aktivis-seorang-konservasionis/

Pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah 20 Oktober 1995 ini bernama lengkap Ignatius Satrio Suryadi Nugroho. Satrio merupakan seorang konservasionis (orang yang bergelut dalam dunia konservasi) yang sekaligus aktivis kampus, khususnya di kampus Institut Pertanian Bogor.

Konservasionis ini sudah menggeluti dunia organisasi semenjak SMP dan dia terus tertarik dengan dunia organisasi. Menurut dia, organisasi merupakan suatu kebebasan, kebebasan dalam mewujudkan berbagai imajinasi-imajinasi yang ada di dalam otak untuk direalisasikan sehingga banyak pelajaran hidup yang didapat saat berorganisasi.

Riwayat keorganisasian Satrio sangat lengkap, mulai dari OSIS SMP, Dewan Penggalang Pramuka, Ketua Pelaksana Pentas Seni se-Kedu Purworejo, Wakil Ketua MPK di SMA 7, Kepala Divisi di OSIS SMA, Ketua Paskibra SMA 7, Ketua Pelaksana Lomba Basket se-Jawa Tengah, Wakil Ketua Expo Universitas, Wakil Ketua Himakova (Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata) IPB, sampai akhirnya menjadi Ketua Umum Himakova pada periode jabatan 2015-2016.

Satrio ini merupakan seorang konservasionis karena dia aktif dalam segala hal yang terkait dengan konservasi sumber daya hutan. Tak salah apabila dia menjadi ketua umum Himakova.

Himakova

Himakova yang merupakan salah satu himpunan profesi terbaik di IPB adalah wadah konservasi khususnya bagi mahasiswa, di mana dalam organisasi ini kita wajib menerapkan tiga pilar konservasi, yaitu perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan. Semua anggota dalam organisasi ini harus menerapkan tiga pilar konservasi tersebut baik suka ataupun tidak.

Satrio yang berkesempatan menjadi ketua Himakova memiliki motivasi yang tinggi dalam membangun organisasi tersebut. Motivasi ini berawal sejak dia mengenal Himakova, menurut dia sistem yang ada di Himakova sangat bagus dan terstruktur, ditambah dengan passion-nya di bidang konservasi membuatnya semakin termotivasi untuk berorganisasi di sana.

Kegiatan organisasi dan akademik si konservasionis ini bisa dia seimbangkan dengan mengurangi jam tidur. Berorganisasi semenjak SMP membuatnya sudah terbiasa dalam dunia organisasi, bahkan pernah satu waktu dia tidak tidur selama tiga malam hanya untuk kepentingan organisasi dan akademik. Agar kondisi kesehatan tetap terjaga rahasia dia adalah dengan mengatur pola makan dan obat yang paling mujarab menurutnya adalah doa orang tua, khususnya ibu yang menjadi supplement baginya untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

uksesnya Himakova sebenarnya tidak hanya akibat dari dari seorang Satrio yang menjadi ketua. Bahkan banyak anggota Himakova yang lebih militan daripada dia sendiri. Hal ini pula yang menjadi salah satu pendorong Satrio tetap berkontribusi di Himakova. “Ibarat anggota tubuh, apabila salah satu organ tidak dapat berfungsi maka semuanya juga tidak akan berfungsi”, ujar Satrio.

Kerjasama dalam Organisasi

Kerjasama sangat sering dilakukan oleh aktivis satu ini. Kerjasama ini menjadi penting untuk membangun tali persaudaraan dan untuk saling membantu. Poin penting selanjutnya adalah untuk bertukar informasi agar dapat melakukan evaluasi dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan.

Berbekal kerjasama yang selalu dibangun oleh Himakova. Capaian terbaik Himakova pada periode 2015 – 2016 ini adalah sukses mendeklarasikan IPB sebagai Kampus Biodiversitas bersama Rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc.

Harapan terbesar saya untuk Himakova adalah agar Himakova semakin berjaya di dalam negeri ataupun di luar negeri serta membawa nama baik bangsa Indonesia di seluruh dunia. Kemudian Himakova tetap mewujudkan gerakan konservasi dan pengabdian masyarakat sesuai dengan visi Himakova.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *