RANGKONG GADING: PETANI HUTAN YANG HAMPIR PUNAH

Posted on Posted in IPB

KPB RANGKONG GADINGsumber gambar: arkive.org

Indonesia memiliki kekayaan burung yang beragam. Salah satunya adalah memiliki burung-burung dari family Bucerotidae atau yang biasa dikenal dengan Rangkong, Julang, Kangkareng, dan Enggang. Terdapat 45 jenis burung rangkong yang tersebar di seluruh dunia dan Indonesia memiliki 13 jenis dari tujuh genus yaitu Annorhinus, Penelopides,  Berenicornis, Rhyticheros, Anthracoceros,  Buceros, dan Rhinoplax yang habitatnya tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua (Sukmantoro et al 2007).

Rangkong Gading (Rhinoplax vigil) merupakan jenis Rangkong yang habitatnya berada di hutan tropis yang lebat di Sumatera, Kalimantan, dan Semenanjung Malaysia. Keistimewaan burung ini adalah merupakan satu-satunya rangkong yang memiliki cula atau balung penuh.  Ciri Rangkong gading adalah bulu ekor bagian tengahnya sepanjang 140 centimeter, bentang sayapnya 90 centimeter, dan bentuk tubuhnya 3000 gram. Kulit lehernya tidak memiliki bulu berwarna merah pada jantan dan putih kebiruan pada betina. Rangkong Gading memiliki suara khas seperti orang tertawa yang dapat terdengar hingga radius 3 kilometer dan memakan biji-bijian dan buah-buahan sehingga dikenal sebagai “Petani Hutan” karena kerap menyebarkan sisa biji-bijian yang telah dimakannya di areal hutan.

Menurut siaran pers Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, status Rangkong Gading semakin terancam oleh aktivitas perburuan dan deforestasi hutan. Sebanyak 1.398 paruh Rangkong Gading berhasil disita di Indonesia sedangkan lebih  dari 2.000 paruh yang diseludupkan di Tiongkok, Amerika, dan Malaysia berhasil disita  selama tahun 2012-2016. Hal tersebut terjadi karena  Rangkong Gading merupakan satwa yang paling diburu karena dipercaya menjadi obat dan awetan sehingga harga jualnya tinggi. Sejak abad ke – 17 Dinasti Ming, bangsawan Tiongkok menjadikan  cula Rangkong Gading dijadikan hiasan karena cula Rangkong  Gading lebih lembut dan mudah dipahat dibandingkan gading gajah kemudian dijual sebagai simbol status.

Upaya penyelamatan Rangkong Gading telah dilakukan oleh pemangku kebijakan yaitu Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kejaksaan Agung , dan Lembaga Swadaya Masyakat (LSM)  untuk menyusun Strategi dan Rencana Aksi  Konservasi (SRAK) Rangkong Gading pada bulan November 2017. Strategi tersebut meliputi  perlindungan populasi dan habitat Rangkong Gading, pengawasan dan penegakan hukum, kerjasama dengan negara yang menjadi habitat dan negara tujuan perdagangan Rangkong Gading, serta penyadartahuan masyarakat. Status konservasi Rangkong Gading dikategorikan kritis oleh IUCN dan Appendix I Konvensi Perdagangan Internasional  Spesies Tumbuhan dan Satwa Liat Terancam (CITES) sehingga tidak boleh diperjual belikan. Penyelamatan Rangkong Gading harus menjadi perhatian secara serius karena burung tersebut memiliki peran penting dalam menyebarkan biji-bijian dengan kecepatan terbang mencapai 100km/jam dan merupakan satwa monogami sehingga hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya.

Pustaka:

Sukamantoro W, Irham M. 2007. Daftar Burung Indonesia No. 2. Bogor(ID) : Indonesian Ornithologist Union

Megumi SR. 2018. Rangkong gading materi culanya setara gading gajah. Greeners. www.greeners.co/flora-fauna/rangkong-gading-materi-culanya-setara-gading-gajah/. [diunduh 2018 Maret 3]

Siaran Pers Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor: SP.366/HUMAS/PP/HMS.3/11/2017.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *