Penglihatan Unik Kelelawar – Ekolokasi

Posted on Posted in IPB, KPM (Kelompok pemerhati Mamalia) "Tarsius", Mamalia

Oleh : KPM Himakova

Kelelawar merupakan satu-satunya mamalia yang bisa terbang secara keseluruhan. Satwa ini aktif pada malam hari (Nocturnal). Ciri khusus yang menjadikan satwa ini unik yaitu kemampuan terbang di malam hari yaitu dengan eckolokasi. Ekolokasi berfungsi untuk memperkirakan jarak terbang. Ekolokasi merupakan kemampuan memperkirakan jarak dengan menggunakan bunyi pantul ultrasonic. Kelelawar dibagi menjadi dua jenis yaitu Microchiroptera (Microbat) dan Megachiropter (Megabat). Kelelawar yang menggunakan ekolokasi yaitu Microchiroptera. Mata dari Microchiroptera sangat kecil dan tidak berkembang dengan baik. Namun, kelelawar ini memiliki telinga yang sangat sensitive dan berukuran cukup besar dibandingkan dengan ukuran kepalanya. Satu hal yang sangat unik dari telinga kelelawar adalah kemampuan menerima getaran gema. Gema merupakan bunti pantul yang terdengar setelah bunti asli selesai.

kelelawar2

Gambar 1kelelawar1

Gambar 2

Telinga kelelawar menerima getaran ultrasonic dengan frekuensi lebih dari 20.000 Hz yang dikeluarkan dari pangkal tenggorokannya. Saat getaran dikeluarkan dan menyentuh suatu benda, maka gema yang ditimbulkan akan diterima oleh telinga kelelawar, gema tersebut memberikan informasi tentang benda yang berada di sekitarnya. Proses ekolokasi yaitu saat terbang, kelelawar mengeluarkan bunyi berfrekuensi tinggi lebih dari 20.000 Hz yaitu bunyi ultrasonik. Bunyi ultrasonik akan mengenai benda atau mangsa di sekitarnya. Bunyi ini akan dipantulkan kembali oleh benda-benda tersebut. Kelelawar akan menangkap bunyi pantulan dari benda atau mangsanya. Semakin cepat gema yang diterima oleh kelelawar maka jarak kelelawar dengan benda semakin dekat, jika gema semakain lama diterima maka jarak kelelawar dengan bendanya masih jauh. Oleh karena itu kelelawar dapat memperkirakan jarak terbang. Kelelawar dapat mengenali dan membedakan antara mangsa dan bukan mangsa serta benda-benda yang berada di sekitarnya.

Sumber gambar : www.eurobats.org,  www.batconservationireland.org

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *