Tangkaran’s Day : Satu Hari untuk Sekretariat Tercinta (Tahap 1)

Posted on Leave a commentPosted in Himakova, IPB

1487388939921

Bogor,2017 – Tangkaran’s Day (Tahap I) HIMAKOVA

Tangkaran’s Day adalah satu hari dimana anggota HIMAKOVA berkumpul di sekretariat Tangkaran dan melakukukan kegiatan bersih-bersih, inventarisasi barang, dan pengadaan sarana dan prasarana yang sekiranya dibutuhkan. Tak hanya itu saja, kegiatan ini juga merupakan kegiatan yang dapat mengakrabkan antar pengurus, senior, dan alumni.Tangkaran’s Day merupakan program kerja dari Biro Kesekretariatan HIMAKOVA. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2017. Pukul 08.00 WIB anggota HIMAKOVA sudah berkumpul di sekretariat Tangkaran HIMAKOVA..Tercatat 33 pengurus hadir pagi itu bersama- sama membersihkan Tangkaran.

Adapun bagian yang dibersihkan meliputi ruangan dalam Tangkaran, gudang,kamar mandi, halaman, saung, dan meja internet. Anggota HIMAKOVA dari berbagai angkatan bekerja bersama dalam menciptakan suasana sekretariat yang kondusif dan nyaman. Waktu menunjukkan pukul 12.30 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan makan dan sholat Dzuhur bersama.

Sekretariat Tangkaran merupakan tempat utama bagi para anggota HIMAKOVA untuk berkumpul bersama. Kegiatan Tangkaran’s Day akan dilaksanakan tiga kali dalam satu tahun kepengurusan. Tiga hari dalam satu tahun disiapkan untuk berbakti kepada sekretariat tercinta.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Gagak, Si Cerdas yang Ditakuti

Posted on Leave a commentPosted in Biodiversitas, Burung, Himakova, Kampus Biodiversitas, KPB (Kelompok Pemerhati Burung) "Prenjak"
Burung Gagak Hutan (Karya Mark Jason Villa)

      Apa yang terlintas pertama kali di kepala kita jika mendengar kata gagak? Pastilah hal-hal semacam burung hitam yang suaranya serak dan parau, pertanda berita buruk, pembawa berita kematian, dan sebagainya. Selama ini burung yang berasal dari genus Corvus dan famili Corvidae ini memang sering dianggap sebagian orang sebagai burung yang menakutkan dan sering dikaitkan dengan hal-hal negatif dan mistis. Dalam berbagai kebudayaan dan mitologi, termasuk Indonesia, stereotip jelek terlanjur tercap pada burung yang memiliki bulu dominan hitam ini. Gagak sering dianggap sebagai pembawa berita buruk sekaligus sebagai hewan peliharaan nenek sihir. Suaranya yang keras dan parau sering dianggap menakutkan bagi banyak orang. Sayang sekali, tak banyak orang yang tahu bahwa ternyata spesies burung yang satu ini memiliki keistimewaan tersendiri. Penelitian yang dilakukan terhadap kecerdasan gagak mendapatkan hasil menakjubkan.

     Maurice Burton dan Robert Burton menyatakan bahwa burung Gagak mempunyai tingkat kecerdasan tertinggi diantara semua burung, dalam publikasi hasil penelitian mereka yang berjudul “Crow” dalam The International Wildlife Encyclopedia, Volume 10 tahun 2002. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Bernd Heinrich dan Thomas Bugnyar dari Vermont University (Kanada) dan St Andrews University (Skotlandia) yang dipublikasikan oleh Majalah American Scientific. Hal senada juga diungkapkan oleh Anna Smirnova, Zoya Zorina dan Tanya Obozova, para peneliti di Lomonosov Moscow State University, Rusia. Thomas Bugnyar, seorang ahli biologi di Universitas Wina (Austria) menyatakan bahwa burung Gagak memiliki kemampuan kognitif setara dengan anak manusia berusia 2 tahun.

     Burung gagak dinyatakan mampu menggunakan logika mereka untuk memecahkan masalah, terutama bila diukur menurut kemampuan menghubungkan konsep-konsep. . Penelitian terkini juga menunjukkan mereka memiliki kekuatan otak untuk mengerjakan tugas pencocokan tingkat tinggi, dapat mengingat muka dan menggunakan perkakas. Bahkan beberapa kemampuannya melampaui kemampuan yang dimiliki oleh kera besar yang dianggap cerdas.

     Ada sekitar 40-an jenis gagak di dunia, dan di Indonesia ada sekitar 9 jenis, yakni Gagak Hutan (Corvus enca), Gagak Flores (Corvus florensis), Gagak Kepala Cokelat (Corvus fuscicapillus), Gagak Kampung (Corvus macrorhynchos), Gagak Orru (Corvus orru), Gagak Kelabu (Corvus tritis), Gagak Sulawesi (Corvus typicus), Gagak Banggai (Corvus unicolor), dan Gagak Halmahera (Corvus validus).Di Kampus IPB Dramaga sendiri, hanya terdapat 2 jenis gagak, yaitu Gagak Hutan dan Gagak Kampung.

     Hmm… kalau gagak dari sananya saja sudah cerdas, apalagi jika tinggal di lingkungan kampus biodiversitas yang jadi peringkat 3 se-Indonesia ini, ya. Pasti akan tambah cerdas. Hehe..

Ekspedisi Rafflesia HIMAKOVA 2017

Posted on Leave a commentPosted in IPB

PESERTA RAFFLESIA 2017 BERANGKAT KE LEUWENG SANCANG

Foto bersama pesertaBogor, Januari 2017, pelepasan peserta Ekspedisi Flora Fauna Indonesia “

Hari Senin (16/1), bertempat di Balairung Rimbawan, Fakultas Kehutanan, IPB, diadakan Upacara Pelepasan Peserta Rafflesia 2017. Peserta Rafflesia 2017 diberangkatkan secara simbolis oleh Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE), Dr. Ir. Nyoto Santoso didammpingi oleh Pembina Himakova, Dr. Ir. Abdul Haris Mustari.

Nama Rafflesia merupakan singkatan dari Eksplorasi Fauna, Flora, dan Ekowisata Indonesia. Program ini adalah salah satu program unggulan Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata. Eksplorasi (Himakova) yang secara konsisten dilaksanakan hampir di setiap tahunnya.

“Pada tahun 2017 ini merupakan yang kesepuluh kalinya. Tahun ini, kami mengangkat tema Eksplorasi Keanekaragaman Hayati Fauna dan Flora serta Kajian Ekonomi dan Sosial Budaya Masyarakat sekitar Cagar Alam Leuweng Sancang Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini kami harapkan dapat dijadikan ajang implementasi teori yang kami dapatkan selama di kuliah,” jelas Ketua Pelaksana, Febry Riyad H.

Selama sepuluh hari, mahasiswa DKSHE akan mengeksplorasi keanekaragaman flora dan fauna di Cagar Alam Leuweng Sancang, Kabupaten Garut, serta kajian ekonomi dan sosial budaya masyarakat yang berada di sekitarnya.

Dalam sambutannya, Ketua DKSHE memberikan beberapa pesan terutama mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan di lapangan, “Kami berangkatkan 73 mahasiswa dengan didampingi satu dosen di lapang, harapannya kembali kesini juga sebanyak 73 dalam keadaan selamat.”.

Kegiatan Rafflesia telah berjalan dengan lancar dan baik. Hari Jumat (27/1), peserta telah kembali dengan selamat ke Kampus IPB Dramaga Bogor. Peserta membawa pulang data terkait keanekaragaman fauna dan flora Sancang juga mengenai kajian sosial ekonomi di masyarakat Desa Sancang dan Desa Sagara, dua desa yang berbatasan langsung dengan Kawasan Cagar Alam Leweung Sancang. Harapan kami dengan data tersebut dapat diolah sehingga menghasilkan informasi yang baik dan akurat untuk disajikan dan menjadi bahan pertimbangan terkait pengelolaan Cagar Alam Leweung Sancang kedepannya. Semoga kegiatan Rafflesia ini dapat bermanfaat bagi semua.

Salam.

 

 

Ketua dan Wakil Ketua HIMAKOVA 2016/2017

Posted on Leave a commentPosted in IPB

selamat-ketua-himakova-baruSalam Konservasi!
Berdasarkan hasil penghitungan suara Pemilihan Raya 2016 yang diselenggarakan hari Kamis, 22 Desember 2016 maka telah ditetapkan:

1. Ahmad Iqbal Wahid D sebagai Ketua Umum HIMAKOVA Periode 2016/2017

2. Muhamad Kurniawan sebagai Wakil Ketua HIMAKOVA Periode 2016/2017

Selamat dan sukses dalam mengemban amanah, semoga HIMAKOVA tetap menjadi yang terbaik.

#VIVAHIMAKOVA
#HIMAKOVAIPB

MANSION 2016

Posted on Leave a commentPosted in IPB

190159

Bogor, 02 Desember 2016- Malam Apresiasi Seni Konservasionis (MANSION) 2016 merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Himakova) Fakultas Kehutanan IPB. Acara bertemakan ” Bohemian Festive” ini diselenggarakan di Auditorium Sylva Pertamina Fakultas Kehutanan IPB .190161

MANSION 2016 dihadiri oleh Pembina Himakova yakni Dr. Ir. Abdul Haris Mustari, MSc. F beserta dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan danEkowisata lainnya. Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan penampilan Bapak dan Ibu dosen, penampilan setiap angkatan mulai dari angkatan 53 hingga 48-up, pengumuman pemenng dan penghargaan pemenang COVA CUP, dan apresiasi kepengurusan Himakova 2015/2016.

Satrio SN selaku Ketua Himakova 2015/2016 menyampaikan harapannya, bahwa MANSION ini dapat terus meningkatkan kebersamaan dan menjalin silahturahmi antar Civitas DKSHE.