ORANGUTAN KALIMANTAN MENUJU KEPUNAHAN

Posted on Posted in Mamalia

KPM ORANGUTANsumber gambar: IUCN Red LIst

Berdasarkan studi genetika dari orangutan Borneo,terdapat tiga sub-spesies orangutan yang telah diidentifikasi di Indonesia, yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus yang ditemukan di barat laut Borneo, Pongo pygmaeus wurmbii di Borneo bagian tengah, dan Pongo pygmaeus morio di timur laut Borneo. Dari ketiga sub-spesies orangutan Borneo tersebut, P.p. wurmbii merupakan sub-spesies dengan ukuran tubuh relatif paling besar, sementara P.p. morio adalah sub-spesies dengan ukuran tubuh relatif paling kecil (Rowe, 1996 ; Groves, 1999 ; Supriatna dan Wahyono, 2000).

Populasi orangutan kalimantan ini semakin hari mengalami penurunan akibat dari rusaknya habitat (kerusakan hutan), kebakaran hutan, pembalakan hutan, menciutnya luas hutan, serta perburuan dan perdagangan liar. Karena itu IUCN Redlist memasukkan orangutan kalimantan dalam status endangered (terancam) sejak tahun 1994. Sedangkan CITES memasukkannya dalam daftar Apendiks I yang berarti tidak boleh diperdagangkan. Pemerintah Indonesia juga telah memasukkan spesies ini sebagai satwa yang dilindungi (Anonim, 1994 ; Anonim, 1998).

Orangutan Kalimantan saat ini sedang menuju kepunahan. Hal ini diakibatkan oleh banyaknya kawasan hutan yang merupakan tempat hidup mereka diambil oleh manusia. Hutan di Kalimantan sudah banyak mengalami penyemitan kawasan akibat lahan hutan dipergunakan untuk perkebunan dan pertambangan. Akibatnya, Orangutan Kalimantan ini banyak yang kekurangan sumberdaya yang menunjang mereka untuk tetap hidup. Hal itu pun berimbas kepada manusia hingga banyak kejadian Orangutan yang berada di perkampungan warga.

Kematian satwa primata Orangutan Kalimantan Timur (Pongo Pygmaeus Morio) di kawasan Taman Nasional Kutai ini sebagai salah satu contoh konkrit kepunahannya. Orangutan yang diperkirakan berusia 5-7 tahun, ditemukan mati ditembus 130 peluru senapan angin dan 19 luka menganga. Hal ini disebabkan oleh Taman Nasional Kutai (TNK) yang dikepung permukiman dan perkebunan. Termasuk lokasi Teluk Pandan (di Kutai Timur) yang menjadi lokasi penemuan. Banyaknya kasus pembunuhan orangutan membuat asumsi bahwa kondisi habitat satwa langka tersebut semakin terancam.

Pustaka:

Anonim. 1994. 1994 IUCN Red List Categories. Available at :`www.wcmc.org.uk/species/animals/categories.html Opened : 08-04-2000

Anonim. 1998. Checklist of CITES Species. CITES Secretariat/World Conservation     Monitoring Centre. Châtelaine-Genève.

Groves, C.P. 1999. The Taxonomy of Orang-utans. In Orangutan Action Plan. Editor C. Yeager. DirJen PKA ; WWF-Indonesia ; CERC.

Supriatna, J. dan E.H. Wahyono. 2000. Panduan Lapangan Primata Indonesia. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *