Monitoring Herprtofauna Kampus IPB

Posted on Posted in IPB, KPH (Kelompok Pemerhati Herpetofauna) "Python"

HER1

Tanggal 24 April 2016 telah dilakukan Monitoring kampus Kelompok Pemerhati  Herpetofauna ‘Phyton’ HIMAKOVA yang ke-III. Monitoring Kampus Ke-III KPH dilaksanakan di Cikabayan Kandang Rusa. Cikabayan Kandang Rusa merupakan  kawasan yang diawal jalur didominasi oleh bambu,  kelapa sawit dan  vegetasi campuran di dalamnya

Sebelum melakukan pengamatan kami berkumpul terlebih dahulu di Bawah Tangga Perpustakaan (BTP) Gedung KSH Lama. Pukul 19.30 WIB seluruh peserta yang berjumlah 16 orang menuju lokasi pengamatan. Tepat pukul 19.39 WIB kami tiba di lokasi dan meminta izin kepada babeh dan umi yang menjaga lokasi tersebut, setelah itu melakukan briefing. Monitoring Kampus Ke-III dibagi menjadi dua jalur. Jalur pertama mengambil jalan ke kanan hingga menuju Penangkaran Primata dan jalur kedua mengambil jalan ke kiri hingga Kandang Ayam. Tepat pukul 20.00 WIB pengamatan dimulai.

 Pada jalur pertama yang menarik adalah ditemukannya Trimesurus albolabris yang tetap tenang meskipun difoto berkali kali, yang perlu diperhatikan saat mengambil gambar Trimeresurus albolabris adalah posisi yang aman dari jangkauannya, karena memiliki bisa yang mematikan. Selain itu ditemukan pula kodok buduk, cicak batu, katak pohon bergaris, ular pucuk, bunglon surai, ular lidah api dan kodok buduk sungai.

Jalur kedua memiliki wiliayah yang banyak serasahnya, pada saat trackback ditemukan Microhyla achatina. Microhyla achatina merupakan katak yang berukuran kecil dan cukup sulit ditemukan. Teknik untuk menyadari kehadiran katak ini yaitu menendang atau menyibakkan serasah dengan kayu atau kaki dengan begitu katak akan melompat dan pengamat dapat menyadari kehadiran Microhyla achatina. Pareas carinatus atau ular siput dan Fejervarya limnocharis atau Katak tegalan tengah berdiam di tanah. Fejervarya limnocharis memiliki garis tengah putih atau putih kehijauan di punggungnya, dan pada kaki belakang memiliki selaput sampai setengah jari, berbeda dengan Fejervarya cancrivora atau katak sawah yang selaputnya menutupi sampai ujung jari pada kaki belakang. Selain itu ditemukan pula jenis Dendrelaphis yang memiliki warna yang menarik, terdapat pola biru pada bagian samping tubuhnya, dan memiliki warna kekuningan dibagian ventral/bawah, jenis ini adalah Dendrelaphis formosus.

Pukul 22.00 WIB pengamatan berakhir dan kami kembali ke BTP Gedung KSHE Lama untuk melakukan identifikasi lebih lanjut dan mengambil foto untuk beberapa jenis. Teknik untuk mengambil foto amphibi untuk identifikasi khususnya katak atau kodok yaitu foto bagian kepala, foto bagian atas, foto bagian bawah, kaki depan dan kaki belakang (diusahakan selaputnya terbuka). Teknik untuk mengambil foto identifikasi pada reptil khususnya ular yaitu foto bagian kepala, foto bagian dorsal, foto bagian ventral, foto bagian samping, dan foto bagian anus sampai ujung ekor.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *