Monitoring Herpetofauna Kampus IPB Dramaga

Posted on Posted in IPB

Oleh : KPH Himakova

duttaphrynus_melanostictus

Monitoring Kampus Herpetofauna merupakan salah satu kegiatan rutin yang dijalankan oleh Kelompok Pemerhati Herpetofauna “Phyton” HIMAKOVA. Kegiatan ini dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan. Monitoring Kampus Ke-II KPH 2015/2016 dilaksanakan di Hutan Al-Hurriyyah Kampus IPB Dramaga pada hari Jumat, 18 Maret 2016. Hutan Al-hurriyah berlokasi di sebelah utara Masjid Al-hurriyah IPB Dramaga dan didominasi oleh tanaman karet dan kelapa sawit.

Sebelum melakukan pengamatan kami berkumpul terlebih dahulu di Bawah Tangga Perpustakaan (BTP) Gedung KSH Lama. Pukul 19.25 WIB seluruh peserta yang berjumlah 13 orang menuju lokasi pengamatan. Tepat pukul 19.39 WIB kami tiba di lokasi dan langsung melakukan briefing yang di pimpin oleh Dennis. Monitoring Kampus ke-II KPH “Phyton” dilaksanakan dengan pembagian dua jalur pengamatan. Tepat pukul 19.45 WIB pengamatan dimulai. Perjalanan pada kedua jalur cukup sulit, dikarenakan jalan yang licin sampai akhir perjalanan dan ada beberapa pohon tumbang yang menghalangi jalan serta di akhir perjalanan terdapat semak berlumpur yang tersamarkan. Selama pengamatan intensitas pertemuan dengan satwa khususnya herpetofauna terbilang cukup jarang.

Pada jalur pengamatan, kami menemukan Duttaphrynus melanostictus sebagai herpetofauna yang pertama ditemukan pada pukul 20.18 WIB. Dendrelaphis pictus ditemukan oleh Dzikry sedang berdiam di pucuk pohon pada ketinggian kurang lebih 3 meter, beberapa dari kami mencoba meraih ular tersebut namun ular tersebut kabur dengan gesit. Sebelum mengakhiri perjalanan Wardah menemukan Polypedates leucomystax di lahan berlumpur yang ditumbuhi rumput. Selain itu pada jalur satu juga ditemukan Cyrtodactylus marmoratus, Ahaetulla prasina, dan Bronchocela jubata.

Pada jalur pengamatan lainnya terdapat jenis menarik yang ditemukan yaitu ular Gonyosoma oxycephalum, ular berwarna hijau ini berdiam di ranting pohon yang tinggi, kurang lebih 4 meter. Gonyosoma oxycephalum merupakan ular dari suku colubridae, di indonesia sering disebut sebagai ular bajing karena ular ini memangsa bajing atau tupai. Selain itu, ular ini sering disebut sebagai ular viper pohon (Trimeresurus albolabris) karena warna ekornya yang terkadang kemerahan namun ular ini berbeda dengan Trimeresurus albolabris. Ular Bajing ini tidak berbisa mematikan, efek gigitan ular ini bagi manusia hampir tak ada karena tidak berbisa. Dominan warna hijau atau hijau terang di sepanjang punggungnya, dan kuning di sepanjang perutnya. Kepala hijau kekuningan, hijau zaitun atau kecoklatan di sebelah atas, dengan garis hitam melintasi mata, serta bibir yang berwarna kekuningan. Sayangnya ular ini tidak dapat diambil karena sulit dijangkau. Selain itu pada jalur pengamatan juga ditemukan Takydromus sexlineatus, Polypedates leucomystax, dan Dendrelaphis pictus.

Pukul 21.15 WIB, dari kedua jalur bertemu di akhir jalur lalu melakukan trackback. Beberapa jenis yang ditemukan saat trackback adalah Polypedates leucomystax, Ahaetulla prasina, dan Duttaphrynus melanostictus. Pengamatan berakhir pada pukul 21.45 WIB, lalu dilanjutkan dengan identifikasi lebih lanjut dengan melakukan pengukuran SVL, TL, dan beratnya.

Sumber Gambar : carnivoraforum.com

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *