Mengenal Pesut Mahakam, Mamalia Unik Yang Terus Berenang Melawan Arus Kepunahan

Posted on Posted in IPB

Oleh: KPM Himakova

Sumber gambar: Getborneo.com
Sumber gambar: Getborneo.com

Tahukah kalian satwa apa yang paling langka di Dunia? Pesut mahakam menjadi salah satu jawabanya, satwa unik satu ini menjadi salah satu satwa yang memiliki tingkat keteranaman tertinggi di Dunia. Seperti apa rupanya dan Apa Penyebabnya kelangkaanya mari kita ulas lebih Mendalam.

Pesut mahakam atau Irrawaddy Dolphin Mempunyai Nama latin Orcaella brevirostris .  Spesies ini merupakan ini  merupakan sub-populasi Orcaella brevirostris yang hanya bisa ditemukan di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Sehingga tidak heran jika Pesut mahakam ditetapkan satwa identitas provinsi Kalimantan Timur. Selain disungai Mahakam  Adapun sub-populasi lainnya terdapat di Sungai Mekong Kamboja di Sungai Irawardy di Myanmar. Namun Penelitian terbaru menunjukkan pesut mahakam memiliki DNA yang berbeda dengan pesut air tawar lainnya. Analisa contoh jaringan tubuh yang diambil dari 6 ekor lumba-lumba menunjukkan bahwa populasi tersebut memiliki dua haplo-type genetik yang unik dibandingkan dengan lumba-lumba air tawar lainya di pesisir Kalimantan timur laut (Malinau), Thailand dan Filipina. Sehingga ada wacana merubah nama latin pesut mahakam yang awalnya Orcaella brevirostris menjadi Orcaella mahakamesis.

Secara morpologi pesut mahakam dewasa mempunyai panjang tubuh hingga 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg. Tubuh Pesut berwarna abu-abu atau kelabu sampai biru tua dengan bagian bawah berwarna lebih pucat. Bentuk badan pesut hampir mendekati oval dengan sirip punggung mengecil dan agak ke belakang. Kepala pesut berbentuk bulat dengan mata yang berukuran kecil. Bagian moncong pendek dan tampak papak dengan lubang pernafasan. Sirip punggung berukuran kecil terletak di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar, tidak ada paruh. Sirip renangnya relatif pendek dan lebar. Spesies ini adalah perenang yang lambat. Akan tetapi, mereka dapat berenang dengan kecepatan antara 20-25 km/jam apabila merasa dikejar oleh sebuah kapal yang melintas di habitat mereka, dan dapat menyelam hingga 18 menit apabila  terganggu. Pakan utama pesut adalah udang-udangan, cumi, dan ikan-ikan kecil.

Pesut bernafas dengan mengambil udara di permukaan air. Binatang ini dapat juga menyemburkan air dari mulutnya. Pesut bergerak dalam kawanan kecil. Meski pandangannya tidak begitu tajam dan hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun mempunyai kemampuan memacarkan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi dan menghindari rintangan.

Pesut mahakam dahulu dapat ditemukan di banyak muara-muara sungai di Kalimantan, tetapi sekarang pesut menjadi satwa langka.  Berdasarkan penelitian ada enam zona inti yang menjadi habitat alam satwa pesut di Sungai Mahakam yakni Muara Pahu, Muara Kedang Kepala, Muara Kedang Rantau, Muara Pela dan Muara Muntai.  Penelitian tahun 2012 menunjukan sebaran pesut di Sungai Mahakam telah berubah. Dimana habitat Pesut mahkam terus mengalami penyusutan sebagai contoh  Salah satu habitat inti  (core area) yang sebelumnya diketahui sangat penting  bagi pesut mahakam, yakni Muara Pahu-Penyinggahan saat ini telah jarang digunakan  oleh pesut. Hal ini dikarenakan Muara Pahu-Penyinggahan diduga akibat peningkatan yang drastis dari lalu-lintas ponton batubara di Sungai Kedang Pahu dan penurunan kelimpahan pakan pesut. 

Penelitian terkini menyebutkan populasi pesut mahakam pada tahun 2014 hanya berjumlah 86 ekor saja. Ancaman tertinggi kelangkaan populasi Pesut mahakam diakibatkan oleh belitan jaring nelayan. Selain itu juga akibat Terjadinya penurunan mangsa ikan melalui teknik memancing tidak berkelanjutan (setrum, racun dan pukat) serta terganggunya habitat baik oleh lalu-lintas perairan sungai Mahakam maupun tingginya tingkat pencemaran air yang diakibabkan pengelolaan hutan disekitar sungai yang Buruk sehingga tingkat erosi yang tinggi dan akan menyebabkan pendangkalan sungai. Rendahnya populasi ini membuat lumba-lumba air tawar ini menjadi salah satu binatang paling langka di Indonesia. Sehingga IUCN redlist memasukan pesut mahakan kategori Kritis (Critically Endangered) yang merupakan tingkat keterancaman tertinggi. Di Indonesia sendiri, pesut mahakam di tetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *