Mengenal lebih Dekat Penunggu Danau LSI – IPB

Posted on Posted in IPB

Oleh : KPB Himakova

Nyctitorax nyctitorax atau yang sering disebut dengan kowak malam kelabu merupakan salah satu burung yang terdapat di IPB Dramaga, lebih tepatnya bisa dilihat di danau LSI. Kowak malam kelabu ini merupakan burung yang besar dan dapat dilihat secara kasat mata. Burung ini termasuk burung yang gampang teramati didanau LSI dikarenakan keberadaannya yang dapat ditemui pada waktu pagi hari dan pada sore hari. Apakah kalian ingin tahu lebih dalam tentang burung satu ini?

Gambar 1 Koak Malam Kelabu
Gambar 1 Kowak Malam Kelabu

Burung ini termasuk burung berukuran sedang (61 cm). Burung ini memiliki perawakan yang berbeda ketika burung ini dewasa dan remaja (imm). Pada kowak malam kelabu yang masih muda warna coklat berbintik bintik banyak, bercoret dan bercorak putih. Sedangkan pada kowak malam kelabu dewasa, bulunya hitam, abu-abu, dan putih ; bulu-bulu panjang halus putih dikepala. Bertubuh kekar, berkepala besar, iris kuning(remaja) atau merah(dewasa), paruh hitam, dan kaki kuning kotor. dan memiliki mahkota hitam pada burung dewasanya. Biasanya burung betina memiliki tubuh yang lebih kecil dibandingkan jjantannya. Selama waktu berbiak, kaki dan kekang kowak berubah menjadi merah.

Gambar 2 Kowak Malam Kelabu
Gambar 2 Kowak Malam Kelabu

Burung ini dinamakan kowak malam kelabu dikarenakan burung ini termasuk burung nocturnal. Mereka beristirahat pada siang hari dan keluar mencari makan pada senja hari. Dan nama kelabu berasalh dari warna dada dari burung ini. Kowak malam kelabu tersebar hampir di seluruh dunia. Burung ini memiliki keunikan, yaitu tempat ia berbiak dan tempat ia mencari makan berbeda. Burung ini pada penghujung diluar waktu berbiak ke Sumatera dan Kalimantan bagian utara, sedangkan menetap pada Kalimantan dan Jawa.

Tempat hidup dari burung ini adalah hutan rawa, danau dan sungai yang tepiannya berpohon. Bersarang dalam koloni sampai belasan pasang. Sarang terdiri dari rangkaian ranting yang ada di pohon atau rumpun tumbuhan air. Hal ini sama seperti ciri-ciri yang ada pada danau LSI yang menjelaskan kenapa burung besar ini bisa berada pada kawasan IPB Dramaga. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fakultas MIPA UNPAD, sarang yang dipilih burung nocturnal ini cendrung pohon yang sudah terdapat individu lain. Sarang ini ditempatkan mendekati puncak kanopi dan menjauhi batang utama, mendekati tepi kanopi yang berada pada daerah terbuka terdekat dilihat dari sisi horizontal. Pohon tipe yang sering digunakan oleh burung kowak ini adalah tipe arsitektur Attim dan aubreville. Kowak-malam abu memangsa ikankodokserangga air, ular kecil, bahkan juga tikus kecil dan cerurut. Burung ini memburu mangsanya di sekitar sungai dan aliran air, tambak, rawapersawahan dan padang rumput.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *