MAKNA KONSERVASI ALA INDONESIA

Posted on Posted in IPB

KONSERPemerintah Indonesia menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Hari lahir Pancasila adalah hari di mana dasar negara dirumuskan dalam pidato Soekarno pada sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Dalam pidato tanggal 1 Juni 1945 inilah konsep dan rumusan awal “Pancasila” pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Namun, hingga 71 tahun pasca momentum tersebut, hari lahir Pancasila baru diresmikan pemerintah melalui keputusan presiden yang ditandatangani siang ini di Bandung, Jawa Barat.
Pada zaman reformasi saat ini pengimplementasian Pancasila sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena di dalam pancasila terkandung nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Selain itu, kini zaman globalisasi begitu cepat menjangkiti negara-negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Gelombang demokratisasi, hak asasi manusia, neo-liberalisme, serta neo-konservatisme dan globalisme bahkan telah memasuki cara pandang dan cara berfikir masyarakat Indonesia. Hal demikian bisa meminggirkan pancasila dan dapat menghadirkan sistem nilai dan idealisme baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Sebagai sebuah dasar negara, pemerintah menginginkan Pancasila dikenang, diperingati atau dilestarikan, dan benar-benar menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia di berbagai aspek kehidupan termasuk dalam bidang konservasi.
Makna kata “konservasi” menurut Art (1993) adalah “Management of natural resources to provide maximum benefit over a sustained period of time. Conservation includes preservation and forms of wise use, including reducing waste, balanced multiple use, and recycling.”
Namun selama ini makna konservasi banyak dipahami orang hanya sebatas perlindungan dan pengawetan, sangat sedikit membahas dan mengatur tentang pemanfaatan. Sehingga kata “konservasi” banyak tidak disukai masyarakat, karena salah dimaknai dan diterapkan di dunia nyata.
Guru Besar Fakultas Kehutanan, Prof. Ervizal A M Zuhud dalam tulisannya mengatakan bahwa pada zaman sekarang dan masa mendatang konservasi hutan haruslah dimaknai dengan pengelolaan pamanfaatan sumberdaya hutan yang optimal secara berkelanjutan, berkeadilan, beradab dan berdaulat berdasarkan nilai-nilai Pancasila untuk kesejahteraan semua masyarakat yang tujuan akhirnya adalah dalam rangka mengabdi dan beribadah kepada Sang Pencipta Alam Semesta.
Lebih lanjut Prof. Prof. Ervizal A M Zuhud mengatakan bahwa “Prasyaratnya terwujud konservasi tidak lain adalah adanya stimulus rela bagi setiap orang dalam suatu masyarakat untuk rela melakukan sikap dan perilaku konservasi. Kerelaan masyarakat dan setiap orang untuk bersikap dan berperilaku konservasi, prasyaratnya tidak lain adalah masyarakat memahami stimulus alami dan memperoleh stimulus manfaat serta berlakunya nilai-nilai dalam masyarakat, yaitu: nilai-nilai berkeadilan, beradab (beretika, berakhlak, bermoral) dan berdaulat (bermartabat dan mandiri).”
Penjabaran, pengamalan atau aplikasi nilai-nilai Pancasila dalam aspek konservasi tidak dapat dipisahkan, sebab Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh yang memberikan keyakinan kepada rakyat dan bangsa Indonesia, bahwa kebahagiaan hidup akan tercapai jika didasarkan atas keselarasan, keserasian dan keseimbangan, baik dalam hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa maupun manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia sebagai pribadi, dalam rangka mencapai kemajuan lahir dan kemajuan batin. Antara manusia, masyarakat dan lingkungan terdapat hubungan timbal balik, yang harus selalu dibina dan dikembangkan agar dapat tetap dalam keselarasan, keserasian dan keseimbangan yang dinamis dan berkelanjutan.
Pancasila adalah satu kata berjuta makna yang tak semua orang dapat mengamalkannya, satu kata yang memiliki berbagai makna filosofi yang tertuang dalam setiap butir-butir yang dikandungnya. Oleh karena itu, marilah kita semua sebagai cendekiawan yang mempunyai wawasan berkebangsaan agar selalu mengamalkan Pancasila dalam semua bidang kehidupan.

Salam Lestari! Salam Konservasi!

Oleh: Muhamad Fahmi Mafruchi (Biro Sosial Lingkungan Himakova)

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *