PATULA: LIDAH MERTUA BERSIFAT ANTI POLUTAN

Posted on Posted in Biodiversitas, Flora

Untitled-1Oleh: Euis Rahmah (Kelompok Pemerhati Flora)

Lidah Mertua yang selama ini kita kenal termasuk dalam genus Sansevieria dan famili Agavaceae. Meskipun memiliki banyak jenis spesies berbeda, tetapi umumnya orang tetap mengenalnya dengan sebutan Lidah Mertua atau Tanaman Pedang-Pedangan. Salah satu jenisnya adalah Sansevieria cylindrica var. patula. Asalnya dari Angola di Benua Afrika. Habitat aslinya adalah daerah tropis yang kering yang mempunyai iklim gurun panas. Termasuk tanaman perintis karena dapat hidup di tempat yang tidak bisa ditumbuhi tanaman lain.

Lidah mertua jenis ini merupakan variasi dari jenis Sansevieria cylindrica dengan ukuran yang lebih pendek dan daun yang lebih tebal karena kandungan airnya yang tinggi. Bentuk daunnya kaku, silinder memanjang dengan ujung runcing, tebal, halus, berwarna hijau keabuan dan bergaris. Diameternya kurang lebih 3 cm. Daunnya tumbuh vertikal dan menyebar membentuk kipas dan bentuknya kaku. Struktur daun yang seperti ini membuat tanaman ini tahan pada kekeringan mengingat daerah asalnya adalah gurun sehingga tidak membutuhkan terlalu banyak air.

Jenis ini merupakan tanaman monokotil sehingga akarnya berupa akar serabut atau disebut juga wild root (akar liar) yang berwarna putih Selain itu tanaman ini juga memiliki rhizoma yang tumbuh menjalar di dalam atau di permukaan tanah yang dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan dan alat perkembangbiakan. Memiliki bunga yang berumah dua, yaitu putik dan serbuk sari tidak berada dalam satu kuntum bunga, sehingga ada yang disebut bunga jantan dan bunga betina.

Bunganya berbau harum terutama pada malam hari. Perawatan yang diperlukan pada tanaman menahun ini cukup sederhana dan tahan dalam suhu ruang. Suhu untuk pertumbuhan optimum adalah 24-29ºC pada siang hari dan 18-21ºC pada malam hari. Selain itu juga dapat beradaptasi dengan suhu dan kelembapan yang rendah seperti dalam ruang berpendingin sehingga dapat diletakan dalam ruangan.

Lidah mertua jenis patula ini seperti jenis lidah mertua yang lain memiliki sifat antipolutan, karena efektif dalam menyerap polusi di udara dalam daunnya mengandung senyawa aktif pregrane glycoside, yaitu zat yang mampu menguraikan zat beracun menjadi senyawa asam organik, gula, dan beberapa senyawa asam amino. Beberapa senyawa beracun yang dapat diuraikan adalah kloform, benzene, xilen, formaldehid, dan triklorotilen.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *