KUPU – KUPU SETENGAH JANTAN DAN SETENGAH BETINA (GYANDROMORPHIS)

Posted on Posted in IPB

KPK GYAN

Kupu-kupu merupakan serangga yang tergolong ke dalam ordo lepydoptera, atau serangga bersayap sisik (lepis: sisik dan pteron: sayap). Berdasarkan waktu aktivitasnya, kupu-kupu tergolong ke dalam hewan diurnal (aktif di siang hari). Pada saat cuaca cerah, sekitar pukul 08.00 – 10.00, mereka akan mengunjungi bunga-bunga yang sedang mekar untuk menghisap madu. Menjelang siang hari, mereka beristirahat pada tempat-tempat yang teduh, dan melanjutkan aktivitasnya kembali sekitar pukul 15.00 – 17.00. Kupu-kupu beristirahat atau hinggap dengan menegakkan sayapnya.

Kupu-kupu hidup hampir di seluruh permukaan bumi, baik yang beriklim panas maupun yang beriklim dingin, dataran rendah maupun dataran tinggi. Jenis kupu-kupu banyak di temukan di daerah hutan hujan tropis. Ada sekitar 28.000 jenis kupu-kupu di dunia. Kupu-kupu dapat terbang jika temperatur badannya di atas 80 derajat Fahrentheit jika kurang kupu-kupu akan melakukan pemanasan sebelum terbang. Kupu-kupu dapat terbang paling cepat sekitar 30 Mph (mil per jam) dan yang paling lambat sekitar 5 Mph. Kupu-kupu Swallowtail betina dengan ukuran sekitar 5 sampai 28 cm mampu bertelur lebih dari 500 butir.

Kupu-kupu biasanya memiliki warna yang indah cemerlang. Bentuk dan warna sayap yang indah berperanan penting bagi kegiatan reproduksinya. Warna ini berguna untuk menarik pasangan agar saling mengenal sebelum melakukan perkawinan. Kupu-kupu jantan biasanya memiliki warna yang lebih indah dibanding betina, tetapi bagaimana dengan kupu-kupu yang memiliki warna sayap yang berbeda pada dua bagian tubuhnya ? Kupu-kupu ini disebut dengan istilah kupu-kupu gynandromorphy. Kelainan tersebut terjadi ketika dua sperma memasuki satu telur yang sama. Salah satu sperma bercampur menjadi nucleus di telur dan serangga betina berkembang. Sperma lain juga ikut berkembang tanpa set kromosom di dalam telur. Hasilnya, kedua sperma tetap tumbuh dalam tubuh yang sama dan steril. Dalam gynandromorphs lain, telur memiliki dua inti, dua Z dan kromosom W. Telur kemudian dibuahi oleh dua sperma (yang menambahkan Z untuk masing-masing inti). Peristiwa langka ini disebut pembuahan ganda. Pembuahan ganda akan menghasilkan beberapa inti menjadi betina (ZW) dan lain-lain jantan (ZZ) yang kemudian terus membelah. Semua jenis kupu-kupu dapat mengalami gynandromorphs.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *