KUPAS TUNTAS SEJARAH BUNGA RAFFLESIA

Posted on Posted in IPB

2

Berbicara tentang bunga terbesar di dunia, tak asing lagi kita akan menyebutnya Bunga Rafflesia. Jenis Rafflesia adalah bunga unik yang bersifat parasit sempurna yang tidak memiliki batang dan akar sejati. Dari 25 jenis bunga rafflesia yang ada di dunia, 12 diantaranya ada di Indonesia. Lokasi-lokasi habitat bunga terbesar ini masuk ke dalam kawasan konservasi yang di lindungi. Bunga Rafflesia terdapat di CA Semenanjung Pangandaran, TN Gunung Gede Pangrango, TN Meru Betitri, TN Gunung Leuseur, dan di Bukit Barisan Sumattera. Penamaan sejarah Bunga Rafflesia merupakan suatu cerita yang sangat menarik, melibatkan suatu masalah intrik, politik dan ke tamakan. Kata Rafflesaia, sering di anggap penemu pertama bunga ini, adalah Stamford Raffles atau Joseph arnold, tetapi sebenarnya penemu pertama bunga rafflesia adalah Louis Aguste Deschamp, seorang dokter dan penjelajah alam dari Prancis.

Rafflesia pertama kali ditemukan di Pulau Nusakambangan pada tahun 1797 oleh Deschamp yang sedang mengumpulkan spesimen, dan menggambarkannya. Setahun kemudian, 1798, Deschamp pulang ke Perancis dengan semua koleksinya, namun saat mendekati Selat Inggris, semua koleksinya dirampas oleh Inggris. Ahli botani Inggris sadar bahwa Deschamp telah menemukan jenis yang sangat unik dan tidak pernah dilihat sebelumnya. Kompetisi rahasia terjadi antar ahli botani tentang siapa yang akan menerbitkan jenis yang sangat menakjubkan itu. Mereka juga berpendapatan siapapun orangnya, jenis yang mencengangkan itu harus didiskripsikan atau dinamakan oleh orang Inggris, bukan Belanda apalagi Perancis. Sehingga Raffles, yang saat itu sebagai Gubernur Jendral Inggris di Bengkulu, memerintahkan William Jack untuk segera mendiskripsikan jenis yang ditemukan di Bengkulu Selatan.

William Jack merupakan seorang dokter dan penjelajah alam, yang menggantikan Dr Joseph Arnold. Artikel William Jack menamakan jenis tersebut sebagai R. titan, dan dikirimkan ke London pada bulan April 1820. Malangnya artikel dari William Jack secara misterius tidak langsung diterbitkan. Sampai kemudian Robert Brown membacakan penemuan yang menggemparkan di hadapan anggota Linnean Society pada tanggal 30 Juni 1820. Artikel dari William Jack akhirnya diterbitkan pada bulan Agustus 1820. Robert Brown menamakan jenis baru sebagai Rafflesia arnoldii R.Br. R. Br. Merupakan singkatan dari Robert Brown. Susunan nama jenis ini, digunakan untuk menghormati, Sir Stamford Raffles dan Dr. Joseph Arnold.

 Walaupun pertama kali didiskripsikan, tetapi karena dipublikasikan terlambat, maka Rafflesia titan tidak dipakai sebagai nama jenis baru, tetapi dianggap sebagai sinonim dari Rafflesia arnoldii. Kejadian di atas merupakan ironi yang sangat besar, karena William Jack-lah yang mengirimkan beberapa spesimen dari Bengkulu Selatan yang boleh jadi digunakan oleh Robert Brown untuk mendiskripsikan jenis baru tersebut.William Jack-lah yang mengirimkan beberapa spesimen dari Bengkulu Selatan yang boleh jadi digunakan oleh Robert Brown untuk mendiskripsikan jenis baru tersebut. Empat tahun setelah artikel dari Robert Brown ini, bunga yang dilihat oleh Deschamp di Nusakambangan dinamakan Rafflesia patma oleh C.L. Blume pada tahun 1825. C.L. Blume adalah seorang Belanda keturunan Jerman yang menjabat sebagai direktur Kebun Raya Bogor saat itu, dan sangat ironi lagi nama Louis Aguste Deschamp, tidak pernah terdefinisikn sebagai penemu Bunga Rafflesia.

Sumber Foto:

plantecology.files.wordpress.com

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *