KAMPUS BIODIVERSITAS SEBAGAI IDENTITAS IPB

Posted on Posted in IPB

top 40

Oleh: Rizka Nurul Afifah

IPB Peringkat 2 Nasional UI GreenMetric, Biodiversitas Belum Menjadi Perhatian

Dilansir dari Humas IPB, Rabu (19/12) lalu, IPB baru saja mendapat penghargaan sebagai Top 40 The Most Sustainable University in the World atau peringkat ke-40 universitas paling lestari di dunia versi UI GreenMetric. Adapun untuk skala nasional, IPB menempati peringkat 2, setelah Universitas Indonesia.

UI GreenMetric World University Ranking merupakan pemeringkatan yang dilakukan terhadap universitas-universitas yang ada di seluruh dunia khususnya dalam aspek Green Campus dan kebijakan kampus lestari. Pemeringkatan ini diinisiasi oleh Univeristas Indonesia yang dirilis secara resmi tahun 2010 setelah sebelumnya dilaksanakan International Conference on World University Rankings pada 16 April 2009. Pada konferensi tersebut, turut hadir pula beberapa pakar seperti Isidro Aguillo (Webometrics), Angela Yung-Chi Hou (HEEACT), dan Alex Usher (Kebijakan Pendidikan Kanada).

UI GreenMetric diadakan untuk mempublikasikan hasil survei secara online mengenai kondisi dan kebijakan kampus-kampus di seluruh dunia terkait dengan kebijakan pengelolaan lestari-nya. Dengan demikian, diharapkan para pimpinan universitas akan menaruh perhatian lebih pada kebijakan kampus yang mana akan berhubungan dengan usaha-usaha pengurangan jejak karbon sehingga dapat berkontribusi lebih pada minimalisasi laju perubahan iklim dunia, konservasi energy dan air, pengelolaan limbah dan transportasi hijau.

Pada laman resmi UI GreenMetric, (www.greenmetric.u.ac.id), kriteria dan indikator penetapan pemeringkatan dapat diakses secara bebas. Adapun bobot paling besar dalam penilaiannya ini adalah kategori Energy and Climate Change (EC) (21%) serta yang paling kecil ialah kategori Water Use (WR) sebesar 10%. Sayangnya, aspek biodiversitas belum menjadi bagian dalam kriteria dan indikator pemeringkatan. Padahal, biodiversitas seharusnya menjadi salah satu aspek penting yang dapat menjadi parameter lestari atau tidaknya suatu kampus dalam membentuk kebijakan. Biodiversitas yang dimaksud ialah keanekaragaman sumberdaya biotik seperti keberadaan burung, herpetofauna, flora, dan lain-lain.

IPB sendiri sebetulnya telah mendeklarasikan diri sebagai kampus biodiversitas pada tahun 2016. Menurut Mustari (2016) biodiversitas kampus IPB merupakan pilar utama kampus hijau (Green Campus) yang [seyogyanya] menjadi komitmen seluruh civitas akademika IPB untuk mensukseskannya. Sehingga Kampus Biodiversitas merupakan supporting system dalam kelangsungan green campus. Biodiversitas yang dimiliki kampus-kampus IPB Dramaga telah menjadi bahan kajian penting bagi bagi mahasiswa dan dosen sehingga merupakan laboratorium alam yang tak ternilai harganya. Kampus dengan ruang terbuka hijau yang luas, menjadi tempat yang teduh, nyaman dan aman dalam proses belajar mengajar yang bagi civitas akademika yang niscaya akan menghindarkan mahasiswa dari perilaku anarkis dan perilaku negatif lainnya.

Idealnya, kampus IPB Dramaga dapat menjadi trend setter dan bench mark untuk pengembangan kampus hijau dan kampus biodiversitas di seluruh Indonesia. Mustari (2016) menambahkan, karena keasrian ekosistemnya, kampus iniĀ  sering dikunjungi oleh masyarakat umum serta siswa dari berbagai sekolah dari TK hingga SMA/SMK, sehingga sesungguhnya biodiversitas Kampus IPB Darmaga dapat menjadi biodiversity-edu tourism yaitu wisata pendidikan berbasis biodiversitas agar masyarakat serta generasi muda terdidik semakin memahami arti penting menjaga kekayaan hayati untuk pemanfaatan yang lestari utnuk kepentingan bangsa dan negara.

Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk terus mengangkat aspek biodiversitas agar terus menjadi perhatian baik pada skala kampus, maupun nasional. (Rzk)

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *