KAKATUA SERAM: KAKATUA BERJAMBUL MERAH

Posted on Posted in Biodiversitas, Burung

KPB KAKATUA

sumber foto: Wikimedia Commons

Maluku, khususnya Pulau Seram merupakan salah satu daerah yang memiliki proporsi Daerah Burung Endemik tertinggi di Indonesia menurut Birdlife International, terutama dari jenis burung paruh bengkok. Jenis paruh bengkok di Maluku yakni sebanyak 32 jenis, dan 12 di antaranya adalah endemik. Tetapi dari 12 jenis burung endemik tersebut 6 jenis di antaranya terancam punah. Burung paruh bengkok umumnya memiliki penampilan yang menarik karena warna bulunya yang beragam. Selain itu burung ini memiliki kemampuan menirukan suara yang didengarnya dan mudah dijinakkan sehingga banyak diminati orang untuk dapat dipelihara.

Salah satu jenis yang terancam punah adalah Kakatua Seram atau kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) dari family Cacatuidae. Tidak berhubungan dengan namanya, burung ini sama sekali tidak menyeramkan dan berpenampilan seperti kakatua pada umumnya. Kakatua Seram umumnya menyukai habitat hutan tropis dataran rendah dengan ketinggain sekitar 1000 mdpl. Makanannya adalah biji-bijian, kacang, dan buah-buahan. Tubuhnya cukup besar jika dibandingkan dengan jenis kakatua lain dengan panjang  45-52 cm dan berat lebih dari 850 gr. Bulunya didominasi oleh warna putih dan memiliki ekor pendek. Jambulnya berwarna merah muda dan saat tidak mengembang, jambul tersebut tidak menutup sepenuhnya sehingga membuat kepalanya tampak lebih besar.  Betina berukuran sedikit lebih besar dan memiliki warna mata coklat kemerahan, sedangkan jantan memiliki warna mata coklat atau hitam gelap.

Kakatua Seram merupakan tipe monogami (hanya mempunyai satu pasangan), akan tetapi kakatua jantan kadang akan bertingkah sangat agresif pada betina seperti menggigit wajah, sayap, atau kaki kakatua betina. Burung ini bersarang dalam lubang pohon dan biasanya bergerak dalam kelompok kecil. Penyebaran Kakatua Maluku terbatas di daerah Pulau Seram, Saparua, Haruku, dan Ambon. Kakatua Seram juga merupakan spesies yang banyak diperdagangkan.  Populasi burung Kakatua Seram di alam mengalami penurunan karena kerusakan habitat dan perburuan tanpa batas. Karena itu burung inipun termasuk dalam spesies dilindungi dalam UU No. 5 tahun 1990, masuk dalam Appendix 1 CITES, dan masuk kategori vulnerable (rentan) dalam IUCN. Mengingat status perlindungannya, sudah banyak penangkaran burung ini di Indonesia sebagai salah satu upaya konservasi yang dilakukan untuk menyelamatkannya dari kepunahan.

Oleh: Kelompok Pemerhati Burung (KPB) “Perenjak”

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *