IPB

Hari Strtegi Konservasi Sedunia

HARI STRATEGI KONSERVASI SEDUNIA

Oleh Nafisatun Khasanah

Konservasi merupakan suatu upaya pelestarian lingkungan dengan memperhatikan manfaat yang didapatkan dan tetap mempertahankan suatu keberadaan tiap komponen-komponen lingkungan agar dapat dimanfaatkan di masa depan (Mulyadi et al. 2010). Konservasi tidak terlepas dari tiga pilar utamanya, yaitu perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara lestari. Ketiga pilar tersebut tidak dapat dipisahkan dalam upaya pelestarian lingkungan.

Simbol Strategi konservasi duniaTanggal 6 Maret merupakan peringatan Hari Strategi Konservasi Sedunia. Peringatan tersebut didasari pada pengeluaran Strategi Konservasi Sedunia oleh IUCN tahun 1980. Pada saat itu, dunia mengalami ketidakseimbangan antara pembangunan dan pelestarian sumberdaya alam. Saat itu, proses pembangunan dan pengembangan negara-negara di dunia kurang memperhatikan kelestarian lingkungan. Sumberdaya alam digunakan semata-mata hanya untuk memenuhi target pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan bahwa sumberdaya tersebut dibutuhkan dari masa ke masa secara berkelanjutan. Pembangunan tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi kelestarian sumberdaya alam yang ada. Banyak kekayaan alam yang digunakan berlebihan sehingga sulit diperbarui kembali.

Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memiliki keuntungan tersendiri bagi pemerintah dan penduduknya. Kekayaan alam yang melimpah dapat dengan mudah dimanfaatkan untuk kesejahteraan negara. Namun, kesejahteraan tersebut sering disalahartikan di masa sekarang. Kekayaan alam tersebut digunakan sedemikian rupa sehingga tidak sedikit yang statusnya menjadi terancam. Banyak sumberdaya alam yang sudah sangat sulit ditemui karena dimanfaatkan secara besar-besaran tanpa memikirkan kelangsungan keberadaannya di alam.

Berdasarkan hal tersebut, perlu dilaksanakan strategi konservasi dalam proses pembangunan yang berguna menjaga sumberdaya alam agar dapat dimanfaatkan secara lestari. Strategi tersebut juga tertuang dalam pilar-pilar konservasi. Salah satu upaya Pemerintah Indonesia dalam upaya penyusunan strategi konservasi ini adalah dengan menyusun strateginya sejalan dengan strategi konservasi dunia berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Undang-undang tersebut berisi upaya-upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnnya di Indonesia. Selain itu, WWF-Indonesia juga menyusun empat strategi terpadu untuk memastikan konservasi hutan dan penggunaan sumberdaya alam yang berkelanjutan. Keempat strategi tersebut adalah pengelolaan kawasan, rencana pemanfaatan lahan berkelanjutan, reformasi sektor, dan pendanaan berkelanjutan. Strategi-strategi yang telah disusun diharapkan dapat membantu Indonesia dalam upayanya menjaga kelestarian sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya di Indonesia dan di dunia.

 

Sumber:

Mulyadi E, Hendriyanto O, Fitriani N. 2010. Konservasi hutan mangrove sebagai ekowisata. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan. 1(1): 51-58.

Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

World Wildlife Fund–Indonesia. 2019. Strategi WWF-Indonesia. Diakses di www.wwf.or.id/tentang_wwf/upaya_kami/forest_spesies/strategi/ [2 Maret 2020].

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *