HARI STRATEGI KONSERVASI SEDUNIA – 6 MARET

Posted on Posted in IPB

126561

Oleh: Arif Satrio Budiman

 

Konservasi tidak hanya berbicara tentang tiga prinsip dasar (Perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan) yang berjalan diatasnya. Konservasi lebih dari hanya sekedar menyelamatkan satwa yang terancam punah ataupun menanam kembali pohon yang ditebang secara sengaja. Konservasi mempunyai seribu makna yang harus kita ketahui setiap makna yang ada, karena dengan mengetahui maknanya kita akan lebih mudah dalam menjalankan prinsipnya.

Tempat kita tinggal, Indonesia merupakan salah satu negara yang dianugerahi kekayaan alam yang berlimpah sebagai modal dasar dalam pembangunan nasional. Indonesia memiliki kawasan konservasi dengan luas ±27 juta hektar dan dengan sumberdaya alam yang luar biasa tentunya kita harus berupaya melakukan perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara bijaksana terhadap sumberdaya alam yang ada. Di Indonesia penyelenggaraan upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem merupakan tanggung jawab pemerintah yang diwakilkan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tentu saja dalam pelaksaaannya konservasi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja yang dalam hal ini adalah Pemerintah, tetapi pelaksanaan konservasi perlu dilakukan secara bersama-sama karena konservasi bukanlah hal yang mudah. Bicara mengenai konservasi dan ketiga prinsip dasar yang berjalan diatasnya kita tidak bisa melaksanakannya tanpa strategi, Pemerintah sendiri melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menyusun pedoman dan acuan dalam melaksanakan langkah-langkah strategis dalam pelaksaaan konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem.

Strategi dalam konservasi sangat penting untuk memastikan konservasi dapat berjalan pada arah yang benar, mencapai tujuan dan sasarannya secara efektif dan efisien, serta tercapainya multi manfaat keanekaragaman hayati yang ada. Direktorat Jenderal KSDAE sendiri memiliki beberapa nilai strategis yaitu pengelolaan dan pemangkuan kawasan hutan, kawasan konservasi sebagai benteng terakhir, potensi jasa ekosistem, serta konvensi dan kesepemahaman internasional.

Strategi konservasi tidak bisa diterapkan dalam satu negara atau wilayah saja, ada baiknya strategi konservasi dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dengan seluruh kawasan di dunia, mengingat setiap sistem ekologis memiliki ketergantungan wilayah, dan dunia internasional sendiri pernah mengalami kemunduran terhadap kekayaan sumberdaya alam dikarenakan banyaknya pembangunan dinegara berkembang.  Permasalahan dibidang pemanfaatan sumberdaya alam yang berlebihan, karena tidak diterapkannya prinsip pemanfaatan secara berkelanjutan membuat kita sangat perlu menerapkan strategi konservasi untuk tetap menjaga kelestarian alam.

Setiap manusia pastinya berharap generasi yang akan datang tetap dapat menikmati kekayaan alam yang ada, oleh karena itu marilah kita melaksanakan prinsip-prinsip dasar konservasi dan juga melakukannya dengan penuh strategi agar harapan dan tujuan kita dapat tercapai. Selamat Hari Strategi Konservasi Sedunia, semoga sumberdaya alam hayati yang telah kita perjuangkan dapat memberi manfaat yang sangat baik kedepannya. “Karena sejatinya manusia takkan pernah bisa terlepas dari alam, dan alam takkan pernah terganggu tanpa adanya manusia” Anonim.

 

Sumber : Rencana Strategis Tahun 2015-2019 (Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem)

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *