IPB

HARI KEANEKARAGAMAN HAYATI SEDUNIA 2020

ALAM PUNYA YANG KITA BUTUHKAN

Oleh: Nafisatun Khasanah

Manusia sudah hidup di bumi beribu tahun yang lalu. Banyak kehidupan yang sudah dilalui, beradaptasi, sampai menemukan kehidupan yang nyaman seperti sekarang ini. Dibalik perkembangan manusia, terdapat alam yang menyokong kehidupannya sejak dulu. Tidak hanya manusia, tetapi semua makhluk hidup di dalamnya. Mulai dari flora, fauna, hingga makhluk-makhluk renik yang sering luput dari mata. Alam menyediakan semua yang dibutuhkan makhluk hidup. Tempat berlindung, makanan, minuman, oksigen, bahkan obat-obatan tersedia di alam, semua tersedia gratis, tidak terbatas, dan tanpa syarat. Sejak dahulu, manusia bertahan hidup dengan mengandalkan sumberdaya yang tersebar di alam dan bergantung pada alam. Manusia dan alam hidup berdampingan dan saling menghargai. Sampai sekarang, banyak masyarakat yang masih mengandalkan alam walaupun berbagai teknologi canggih sudah ditemukan.

Masyarakat Dayak merupakan salah satu contohnya. Salah satu adat istiadat masyarakat Dayak adalah melakukan penyembuhan untuk orang sakit menggunakan satwa yang dimanfaatkan menjadi obat. Contohnya yaitu geliga landak (Hystrix brachyura) yang dikonsumsi sebagai obat tipes dan malaria (Heningsih et al. 2018). Selain itu, terdapat pula Suku Yaur yang memanfaatkan biawak (Varanus spp.) simbol bagi remaja yang sudah mampu berburu di hutan selain juga sebagai bahan makanan dan sumber pencaharian (Iyai et al. 2011). Selain satwa, tumbuhan juga banyak dimanfaatkan oleh manusia. Sebut saja ilmu etnobotani, salah satu disiplin ilmu yang berasosiasi sangat erat dengan ketergantungan manusia pada tumbuh-tumbuhan. Bukti-bukti arkeologi sering dimanfaatkan  untuk menunjukkan bahwa pada awal peradaban dan ketergantungan manusia pada tumbuhan terbatas pada pemanfaatan untuk memertahankan hidup. Semakin tinggi peradaban manusia, ketergantungan manusia pada tumbuhan semakin meningkat, mulai dari pangan, sandang, papan, pemeliharaan kesehatan, maupun keperluan lainnya (Walujo 2011).

Sebagai makhluk hidup yang dikarunia Tuhan akal yang lebih dibandingkan makhluk hidup lain, manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak ada habisnya. Di masa sulit seperti sekarang ini, manusia berlomba memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup, saling melupakan, yang penting diri sendiri aman. Padahal di alam tersedia semua yang diperlukan. Sumberdaya yang melimpah itu sulit diterima oleh manusia yang mayoritas hanya terima jadi, tanpa perjuangan mengolah sampai dapat dimanfaatkan. Banyak penelitian membuktikan bahwa masyarakat yang tinggal di desa atau sekitar hutan dan dekat dengan alam, memiliki kualitas hidup yang lebih baik karena terhindar dari stress. Contohnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Colorado di AS. Mereka menyebutkan bahwa sistem kekebalan tubuh dapat berkembang lebih baik apabila terbiasa “terhubung” dengan bakteri-bakteri dari tanah yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Bahkan organisme seperti bakteri yang dimiliki alam pun bermanfaat untuk manusia.

Alam sediakan semua, tanpa terkecuali. Mirisnya kita sering menghancurkan alam tanpa keraguan demi memenuhi kebutuhan yang tidak ada habisnya. Beruntungnya alam memiliki kemampuan yang menakjubkan untuk pulih. Semua komponen di dalamnya saling membantu untuk memulihkan satu sama lain. Burung rangkong yang membantu penyebaran biji buah ara (Ficus carica), “bangkai” pohon yang membantu penyerbukan, hingga mikroorganisme seperti bakteri Pseudomonas spp. membantu pemulihan alam dan saling menguatkan. Lalu, apa peran kita sebagai makhluk paling berakal di bumi untuk alam yang sudah sediakan semuanya?

 

Daftar Pustaka

Heningsih M, Anwari MS, Yani A. 2018. Kajian etnozoologi untuk obat-obatan masyarakat Dayak Belangin di Desa Mu’un Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari. 6(3): 647-653.

Iyai DA, Murwanto G, Killian AM. 2011. Hunting and ethnozoology system of monitor lizards (fam. Varanidae) utilized by Yaur Tribe at National Park of Cendrawasih Gulf. Biota. 16(2): 278-286.

Walujo EB. 2011. Sumbangan ilmu etnobiologi dalam memfasilitasi hubungan manusia dengan tumbuhan dan lingkungannya. Jurnal Biologi Indonesia. 7(2): 375-391.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *