IPB

Hari Harimau Internasional

Benteng Terakhir sang Raja Nusantara

oleh: Andre Bonardo Y.S

Kerajaan tanpa raja akan kacau dan kehilangan keseimbangan nya, dan Raja tanpa kerajaan untuk dipimpin juga tidak berarti. Kurang dari 1 abad yang lalu, Nusantara memiliki 3 kerajaan yang dipimpin oleh Panthera tigris balica, Panthera tigris sondaica, dan Panthera tigris sumatrae. Ketiga subspesies ini berturut-turut menempati pulau-pulau Asiatik Nusantara; Bali, Jawa, dan Sumatera. Bahkan, Kitchener dan Yamaguchi (2010) menyatakan bahwa terdapat rekam jejak harimau kalimantan dalam bentuk fosil dari sekitar 10.500 hingga 3.000 tahun yang lalu

Nusantara memiliki keistimewaan dalam hal harimau, Wilting et al. (2015) menyatakan bahwa, subspesies harimau di dunia dapat dibagi menjadi 2; Panthera tigris tigris atau harimau daratan utama (continental tigers) dan Panthera tigris sondaica atau harimau kepulauan (Panthera tigris sondaica). Nenek moyang harimau hadir ke Nusantara dan beradaptasi, mengakibatkan ciri unik tersendiri; ukuran tubuh rata-rata yang lebih kecil, dan corak kulit yang lebih rapat dan gelap. Hal ini terjadi akibat persebaran harimau kepulauan dengan wilayah jelajah lebih sedikit yang berbanding lurus dengan ketersediaan mangsa (akibat area pulau lebih kecil daripada benua Asia), dan vegetasi tropis Indonesia yang lebih rapat dibandingkan daerah persebaran harimau daratan utama (Kitchener dan Yamaguchi 2010). Tidak jarang konflik antara manusia dan harimau terjadi, dan seringkali harimau diceritakan sebagai hewan buas pemangsa manusia. Namun, ada kemungkin besar pernyataan ini salah. Khramtsov (1995) menyatakan bahwa hanya 8% pertemuan manusia dan harimau yang berakhir serangan; apabila diprovokasi, sedang mengandung (memunculkan sifat agrasif), dan pertemuan dengan anjing pemburu.

Di Indonesia, pada umum nya konflik terjadi di pemukiman warga yang terletak di sekitar (bahkan di dalam) kawasan konservasi yang di dalam nya terdapat harimau. Diperkirakan, tersisa 400 individu harimau sumatera di alam liar. Harimau jawa dan bali punah akibat beberapa hal. Di Jawa, penggunaan harimau dalam acara rampog macan, kehilangan habitat, dan perburuan besar-besaran dianggap sebagai penyebab nya. Di Bali, kehilangan habitat dan peburuan besar-besaran oleh pemerintah kolonial Belanda pada saat itu. Beberapa bulan belakangan, terdapat berita konflik yang cukup banyak di Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, dan Aceh.

Apakah 2020 akan menjadi episode awal kepunahan sang Raja Terakhir Nusantara?

Daftar Pustaka:

Kitchener AC, Yamaguchi N. “What is a Tiger? Biogeography, Morpholgy, and Taxonomy” dalam Tigers of The World: The Science, Politics and Conservation of Panthera tigris. Nyhus PJ, Tilson RL (editor). Tigers of The World: The Science, Politics and Conservation of Panthera tigris. Academic Press: Massachussets (US).

Wilting A, Courtiol A, Christiansen P, Niedballa J, Scharf A, Orlando L, Balkenhol O, Hofer H, Kramer-Chadt S, Fickel J, Kitchener AC. 2015. Planning tiger recovery: understanding intraspesific variation for effective conservation. Conservation Ecology (1) 5: 1 – 13.

Khramtsov VS. 1995. Behaviour of a tiger encountering a human. Russian Journal of Ecology. 26 (3): 228 – 229.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *