IPB

Hari Bumi

PANDEMI PULIHKAN BUMI, APAKAH JADI SOLUSI?

Hanya dalam hitungan bulan, dunia berubah. Ribuan orang meninggal dunia dan ratusan ribu lainnya sakit karena virus corona baru, sebuah virus yang sebelumnya tak diketahui keberadaannya sampai ia muncul di Wuhan pada Desember 2019. Bukan hanya yang terjangkit tapi mereka yang tak terinfeksi pun merasakan dampaknya. Lalu kenapa bisa demikian? Apa penyebabnya? Jawaban hanya satu, kita. Keserakahan manusia berkedok memenuhi kebutuhannya yang memicu semua ini terjadi. Konversi lahan demi kepentingan manusia tanpa mengacuhkan kehidupan didalamnya menimbulkan ketidakseimbangan. Salah satunya adalah menyebabkan hewan tak memiliki lagi habitat alami mereka. Hewan akan makin terdesak dan mendekat dengan manusia. Akibatnya, virus, kuman, bakteri yang bersarang secara alamiah di tubuh mereka akan mudah menular ke manusia (Hidayat 2020). Ditambah dengan mengonsumsi makanan “eksotis” berbahan hewan liar tanpa mengetahui apa saja kandungan didalamnya. Hal ini jelas merupakan perbuatan melampaui batas, yaitu menggunakan sesuatu yang bukan untuk semestinya.

Demi mengendalikan penyebaran virus, juga dengan harapan mengurangi korban jiwa, semua orang diimbau untuk tetap berada di rumah dan melaksanakan semua aktivitas di tempat kediamannya. Tentu hal tersebut akan melumpuhkan perekonomian yang berimbas pada kesejahteraan manusia. Ketika banyak industri, jejaring transportasi dan perusahaan tidak beroperasi, jumlah emisi karbon di udara turun drastis. Dibandingkan dengan kurun waktu yang sama pada tahun ini di New York, tingkat polusi udara berkurang nyaris sebanyak 50%. Di China, tingkat emisi berkurang 25% di awal tahun, ketika orang-orang diperintahkan untuk tinggal di rumah. Pabrik-pabrik tutup dan penggunaan batu bara di enam pembangkit listrik terbesar China merosot hingga 40%. Proporsi hari-hari dengan “kualitas udara baik” naik 11,4% dibandingkan waktu yang sama pada tahun lalu di 337 kota di seluruh China, menurut Kementerian Ekologi dan Lingkungan. Di Eropa, pencitraan satelit menunjukkan emisi nitrogen dioksida (NO2) memudar di atas Italia utara (Henriques 2020). Seluruh dunia merasakan perubahan yang luar biasa akibat adanya pandemi ini. Tapi apakah pantas menggunakan pandemi yang merenggut nyawa banyak orang sebagai cara untuk memperbaiki  lingkungan? Berkurangnya polusi udara adalah efek samping  pandemi terhadap menurunnya kegiatan perekonomian, sehingga begitu pandemi hilang efek itu pun akan hilang. Maka jawaban untuk mengurangi polusi bukanlah dengan mengurangi aktivitas, melainkan untuk menemukan cara kita hidup yang tidak membahayakan bumi (Wagner 2020).

Tingkat Polusi NO2 yang diambil oleh satelit Sentinel 5P (Sumber: boredpanda.com)

Tidak ada yang menginginkan bumi pulih dengan cara seperti ini. Cara dengan mengorbankan banyak nyawa, pekerjaan, dan kesehatan mental. Tapi jika ada hikmah yang dapat diambil dari keadaan saat ini adalah pandemi memperlihatkan bahwa masyarakat bisa melakukan banyak hal jika mereka saling menjaga dan menghargai satu sama lain, itu adalah pelajaran berharga untuk kita memperbaiki lingkungan kedepannya. Saatnya mengintrospeksi diri untuk mempertimbangkan bagaimana kegiatan kita dapat berkontribusi terhadap perubahan iklim dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki tindakan ini (Wright 2020). Luangkan waktu untuk berefleksi dengan orang-orang terdekat tentang apa yang dapat kita lakukan sebagai individu dan keluarga untuk mengubah sikap dan perilaku kita terhadap lingkungan.

Selamat hari bumi…….

 

DAFTAR PUSTAKA

Henriques M. 2020. Virus corona: Dampak ‘lockdown’ pada penurunan polusi, akankah selamanya?. https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-52194438. Diakses pada 20 April 2020.

Hidayat B. 2020. Virus Corona: Buah Kita Merusak Bumi. https://www.forestdigest.com/detail/522/virus-corona-buah-kita-merusak-bumi. Diakses pada 20 April 2020.

Wagner G. 2020. Pausing the World to Fight Coronavirus Has Carbon Emissions Down—But True Climate Success Looks Like More Action, Not Less. https://time.com/5813778/coronavirus-climate-success/. Diakses pada 20 April 2020.

Wright J. 2020. Eco Talk: How to take part in Earth Day during COVID-19. https://auburnpub.com/lifestyles/eco-talk-how-to-take-part-in-earth-day-during-covid-19/article_debf654a-fe1f-54d9-a56e-4de3faab8a4e.html. Diakses pada 20 April 2020.

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *