Gagak, Si Cerdas yang Ditakuti

Posted on Posted in Biodiversitas, Burung, Himakova, Kampus Biodiversitas, KPB (Kelompok Pemerhati Burung) "Prenjak"
Burung Gagak Hutan (Karya Mark Jason Villa)

      Apa yang terlintas pertama kali di kepala kita jika mendengar kata gagak? Pastilah hal-hal semacam burung hitam yang suaranya serak dan parau, pertanda berita buruk, pembawa berita kematian, dan sebagainya. Selama ini burung yang berasal dari genus Corvus dan famili Corvidae ini memang sering dianggap sebagian orang sebagai burung yang menakutkan dan sering dikaitkan dengan hal-hal negatif dan mistis. Dalam berbagai kebudayaan dan mitologi, termasuk Indonesia, stereotip jelek terlanjur tercap pada burung yang memiliki bulu dominan hitam ini. Gagak sering dianggap sebagai pembawa berita buruk sekaligus sebagai hewan peliharaan nenek sihir. Suaranya yang keras dan parau sering dianggap menakutkan bagi banyak orang. Sayang sekali, tak banyak orang yang tahu bahwa ternyata spesies burung yang satu ini memiliki keistimewaan tersendiri. Penelitian yang dilakukan terhadap kecerdasan gagak mendapatkan hasil menakjubkan.

     Maurice Burton dan Robert Burton menyatakan bahwa burung Gagak mempunyai tingkat kecerdasan tertinggi diantara semua burung, dalam publikasi hasil penelitian mereka yang berjudul “Crow” dalam The International Wildlife Encyclopedia, Volume 10 tahun 2002. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Bernd Heinrich dan Thomas Bugnyar dari Vermont University (Kanada) dan St Andrews University (Skotlandia) yang dipublikasikan oleh Majalah American Scientific. Hal senada juga diungkapkan oleh Anna Smirnova, Zoya Zorina dan Tanya Obozova, para peneliti di Lomonosov Moscow State University, Rusia. Thomas Bugnyar, seorang ahli biologi di Universitas Wina (Austria) menyatakan bahwa burung Gagak memiliki kemampuan kognitif setara dengan anak manusia berusia 2 tahun.

     Burung gagak dinyatakan mampu menggunakan logika mereka untuk memecahkan masalah, terutama bila diukur menurut kemampuan menghubungkan konsep-konsep. . Penelitian terkini juga menunjukkan mereka memiliki kekuatan otak untuk mengerjakan tugas pencocokan tingkat tinggi, dapat mengingat muka dan menggunakan perkakas. Bahkan beberapa kemampuannya melampaui kemampuan yang dimiliki oleh kera besar yang dianggap cerdas.

     Ada sekitar 40-an jenis gagak di dunia, dan di Indonesia ada sekitar 9 jenis, yakni Gagak Hutan (Corvus enca), Gagak Flores (Corvus florensis), Gagak Kepala Cokelat (Corvus fuscicapillus), Gagak Kampung (Corvus macrorhynchos), Gagak Orru (Corvus orru), Gagak Kelabu (Corvus tritis), Gagak Sulawesi (Corvus typicus), Gagak Banggai (Corvus unicolor), dan Gagak Halmahera (Corvus validus).Di Kampus IPB Dramaga sendiri, hanya terdapat 2 jenis gagak, yaitu Gagak Hutan dan Gagak Kampung.

     Hmm… kalau gagak dari sananya saja sudah cerdas, apalagi jika tinggal di lingkungan kampus biodiversitas yang jadi peringkat 3 se-Indonesia ini, ya. Pasti akan tambah cerdas. Hehe..

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *