EKOWISATA PANTAI

Posted on Posted in IPB

E

 

Wisata pantai umumnya hanya sebatas menikmati keindahan alam, mandi, surfing dan kegiatan lain yang bersifat konvensional. Hal ini tak lepas dari bagaimana sebuah obyek wisata itu di kembangkan, pemanfaatan obyek wisata pantai biasanya di titik beratkan pada pengembangan amenitas, seperti pembangunan hotel dan sarana lain seperti yang terjadi di Bali. Hal ini dirasa kurang begitu memberikan nilai lebih pada suatu objek wisata pantai, serta pengembangan fasilitas terkadang member dampak buruk dan merusak ekosistem dan keasrian pantai itu sendiri.

Dalam pengembangan obyek wisata pantai yang mengacu pada ekowisata, pada dasarnya wisatawan di ajak untuk menikmati keindahan alam pantai dan laut sembari melakukan tindakan konservasi terhadap ekosistem dan alam di sekitar obyek wisata. Ekowisata akan memberikan wisatawan berbagai opsi atraksi wisata, tidak hanya sekedar atraksi wisata konvensinal seperti berenang, berjemur, berfoto dan lain sebagainya, akan tetapi juga menambah wawasan wisatawan karena pembelajaran terhadap alam juga menjadi atrakasi tersendiri di konsep ini.

 

Dalam konsep ekowisata, pelibatan secara aktif masyarakat sosial budaya sekitar juga perlu di perhatikan. Pada dasarnya masyarakat sekitar merupakan subyek yang paling paham tentang keadaan alam obyek wisata. Mereka sudah tinggal lama dan mampu beradaptasi dengan baik, yang secara tidak langsung mereka tahu bagai mana menjaga lingkungan sekitar mereka. Adanya kesinergisan antara alam dan penduduk sekitar melahirkan kearifan lokal yang merupakan produk dari dialektika masyarakat sekitar dengan alam yang mereka pijak.

 

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *