DODO: BURUNG ENDEMIK YANG TELAH LAMA PUNAH

Posted on Posted in Burung, Himakova

KPB BURUNG DODO

sumber foto: www.amazine.co

Mungkin masih asing ditelinga banyak orang tentang burung endemik Mauritius yang telah lama punah. Burung yang punah pada abad ke 17 ini, oleh para ilmuan diberi nama latin Raphus cucullatus atau Dodo. Burung ini digambarkan oleh para pelaut Eropa memiliki perawakan yang besar dan sayap yang seperti merpati. Dan ada pula yang menyebutkan bahwa burung ini adalah pingun Mauritius. Penyebab utama kepunahan burung endemik Mauritius ini adalah adanya penangkapan oleh pelaut Eropa untuk dikonsumsi sebagai bahan pangan. Selain itu, hewan peliharaan pelaut tersebut seperti anjing dan babi juga menjadi pemangsa lainnya bagi Dodo.

Penggambaran yang dilakukan oleh para pelaut Eropa ini masih mengundang banyak pertanyaan bagi para ilmuan seperti habitatnya dan perilaku dari Dodo. Penelitian – penelitian besar terus dilakukan untuk menyingkap cerita hidup dari Dodo. Hingga pada akhirnya pertengahan tahun 2017, cerita mengenai Dodo mulai terungkap. Cerita ini terungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh Tim Universitas Cape Town dengan melakukan analisis 22 tulang yang ditemukan di Mauritius. Hasil analisis penelitian ini berhasil mengungkapkan bahwa Dodo memiliki siklus pergantian bulu sama seperti burung – burung yang dikenal saat ini. Pergantian bulu pada Dodo diawali dari pergantian bulu sayap dan ekor yang terjadi sekitar bulan Maret. Pada akhir Juli, pergantian bulu akan berakhir untuk musim kawin berikutnya yang terjadi sekitar bulan Agustus.

Lukisan seorang pelaut pertama yang mendarat di Mauritius menggambarkan bahwa Dodo memiliki bulu berwarna abu – abu, sayap berwarna krem, dan paruhnya kuning dan hitam. Sementara itu, pelaut lainnya menggambarkan bahwa Dodo memiliki warna abu – abu muda sampai abu – abu coklat. Penggambaran yang dilakukan oleh kedua pelaut tersebut dimungkinkan sebagai perbedaan antara jantan dan betina. Salah seorang peneliti, Dr Delphine mengatakan bahwa, “Dodo secara mencolok digambarkan memiliki tiga atau empat bulu utama di sayap mereka, dan ekor dengan empat atau lima bulu kecil berwarna keabu-abuan”. Deskripsi lainnya menyebutkan bahwa Dodo bisa ditutupi oleh bulu halus atau tanpa bulu sama sekali. Penelitian ini juga mengungkapkan adanya pertumbuhan Dodo yang cepat sampai pada kematangan seksual. Hal ini mungkin terjadi sebagai bentuk adaptasi agar dapat menahan panas di bumi bagian selatan.

Selain, kehidupannya yang penuh misteri nama burung Dodo juga menyimpan banyak kemisteriusan. Pelaut Portugis memberikan nama “Dodo” yang berarti “Bodoh” karena burung ini tidak memiliki rasa takut terhadap pemburu. Kondisi yang demikian ditambah dengan ketidakmampuan Dodo untuk terbang membuat burung ini menjadi santapan utama pemburu. Penelitian yang dilakukan ini setidaknya mampu menyingkap sedikit cerita dibalik kehidupan burung dodo yang telah lama punah.

oleh : Kelompok Pemerhati Burung (KPB) “Perenjak”

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *