KANGGURU PAPUA BERLINDUNG DARI KEPUNAHAN

Posted on Posted in Mamalia

KPM KANGGURU PAPUAsumber gambar: tolweb.org

Bila ingin menemui kangguru yang khas indonesia, ya tempatnya di Taman Nasional Wasur di Merauke. Taman nasional ini adalah habitatnya, Kangguru disini sama dengan walabi di Australia. Orang-orang merauke mnyebut mamalia yang berkantung sebagai saham.Perburuan memang lumrah dilakukan karena karena masyarakat adat memang hidup dengan  berburu dengan meramu. Yang menjadi masalah bila perburuan bukan ditujukan untuk mencukupi kebutuhan, namun untuk tujuan komersial sehingga jumlah buruan menjadi di luar batas kewajaran. Saham adalah salah satu dari sejumlah satwa khas di kabupaten  terbaru di wilayah bagian timur. Di luar Wasur, kanguru ini masih hidup relatif aman dari perburuan yang berlebihan. Perburuan bukan hanya satu-satunya hal yang mengancam  papulasi saham,rusaknya habitat juga menjadi masalah serius, habitat hidup dari satwa dan tumbuhan semakin sempit karena pembukaan lahan, untuk permukiman, perkebunan, dan lainya.

Kalau mau berbicara tentang maka kita juga berbicara dengan tentang alam juga. Alam  telah berjasa menghidupi penduduk, banyak hal dari alam mulai dari benda mati, tumbuhan hingga hewan adalah ‘totem’ alias hal yang disakralkan dan dihormati oleh suku, berhubungan dengan nenek moyang di masa lalu. Saham  sendiri merupakan salah satu ‘totem’ juga. Oleh karena itu adat harus dipegang teguh agar dapat menjaga kelestarian alam termasuk menghindirari saham dari kepunahan. Hukum  adat  berupa larangan pemamfaatan hutan untuk sementara waktu,sampai keseimbangan alam di hutan menbaik kembali, ada pula ritual membuka sesi yang merupakan permohonan izin kepada leluhur sebelum kembali mengambil hasil di hutan, itulah bagaimana adat turut menjaga alam selain yang terdapat pada undang-undang nasional.

Beberapa tahun tahun belakang ini saham meningkat, tiga spesies kangguru yang dikaji adalah Macropus agalis, Thylogale brunii, dan Docropsis veterum. Dari hasil perhitungan pada 2015 kangguru berjumlah 708 ekor, kemudian dilakukan lagi penelitian ulang pada tahun 2017 jumlah kangguru yang  didapatkan ialah 1.622 individu. Hal ini menunjukan bahwa Jumlah saham atau kangguru meningkat dalam dau tahun belakangan ini,dan terbukti masyarakat adat berhasil  menjaga kelestarian kangguru.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *