DESA WISATA SEBAGAI ALTERNATIF KEMANDIRIAN EKONOMI DESA

Posted on Posted in IPB

Oleh: KPE Himakova

Sumber : navigasi-budaya.jogjprov.go.id
Sumber : navigasi-budaya.jogjprov.go.id

Secara etimologi istilah “desa” berasal dari bahasa Sansakerta yaitu kata “Dhesi” yang memiliki arti ‘tanah kelahiran’. Istilah tersebut sudah ada ketika nusantara masih terdiri dari kerajaan-kerajaan besar yaitu pada tahun 1114. Desa dikenal sebagai suatu tempat yang yang memiliki alam yang masih asri. Masyarakat desa juga menyimpan keunikan yaitu berupa tradisi dan budaya yang masih asli.  Keaslian ini dipengaruhi keadaan ekonomi, fisik dan sosial daerah pedesaan tersebut, misalnya warisan budaya, kegiatan pertanian, bentangan alam, jasa, pariwisata sejarah dan budaya, serta kekhasan desa tersebut.  Keunikan serta kekhasan sebuah desa menjadi daya tarik tersendiri untuk perkembangan pariwisata di Indonesia. Kini mulai cukup banyak pendekatan terhadap pengembangan desa wisata di Indonesia.

            Desa wisata dikembangkan melalui konsep yang sederhana namun banyak memberikan ilmu serta pengalaman yang luar biasa bagi wisatawan yang datang. Pada umumnya desa wisata menyuguhkan kegiatan wisata yang bertujuan untuk memperkenal dan memberikan pengalaman bagi wisatawan untuk merasakan kehidupan perdesaan seperti pengenalan budaya serta tradisi yang ada di desa, merasakan makanan khas dari desa tersebut, serta melakukan kegiatan yang merupakan kearifan lokal masyarakat desa.  Adanya sebuah konsep desa wisata nampaknya memberikan dampak positif karena pengembangan sebuah desa wisata harus dilakukan dengan melibatkan masyarakat desa yang pada akhirnya memberikan suatu multified effect seperti dengan adanya wisata, masyarakat desa bisa menjadi pemandu bagi wisatawan untuk setiap kegiatan wisata di desa tersebut. Masyarakat juga mendapatkan keuntungan dari penyediaan homestay di rumah mereka, selanjutnya mereka juga bisa membuat souvernir-souvernir dari barang-barang kerajinan kesenian daerah yang khas dari desa tersebut.

Salah satu desa wisata yang terkenal di Indonesia yaitu desa Pentingsari, yang berlokasi di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Desa Wisata  ini mulai dikembangkan sekitar tahun 2008 sampai sekarang.  Perkembangan pariwisata di Desa Wisata Pentingsari memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan fisik, kondisi ekonomi, sosial dan budaya masyarakat sekitar kawasan wisata tersebut, khususnya penduduk Dusun Pentingsari. Adanya Desa Wisata Pentingsari memberikan banyak manfaat terhadap kehidupan masyarakat desa, seperti adanya perbaikan fasilitas sarana dan prasarana. Misalnya perbaikan jalan, penerangan jalan, pembangunan fasilitas umum, dan lain-lain. Selain itu adanya desa wisata dapat membuka lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat di dusun Pentingsari, seperti usaha warung makan, penginapan, guide, tempat penitipan kendaraan dan lain sebagainya. Sekarang mata pencaharian masyarakat desa mulai beragam, dahulu sebelum dicanangkan sebagai desa wisata, sebagian besar penduduk Dusun Pentingsari memiliki mata pencaharian sebagai petani dan buruh. Namun setelah Dusun Pentingsari dicanangkan sebagai desa wisata, penduduk Dusun Pentingsari mempunyai pekerjaan atau usaha di kawasan desa wisata tersebut yaitu 70 orang yang memiliki usaha homestay, dua orang memiliki keahlian guide. Adanya lapangan pekerjaan yang cukup luas di kawasan desa wisata dapat mempengaruhi pendapatan penduduk Dusun Pentingsari khususnya yang terlibat di sektor pariwisata.

sumber : sewasepedajogja.com
sumber : sewasepedajogja.com

Konsep desa wisata ini sangat menarik untuk terus dikembangkan di Indonesia yang memiliki keindahan alam yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Keindahan alam serta masyarakat yang Gemah Ripah Loh Jinawi menjadi salah satu modal besar untuk mengembangkan konsep desa wisata di Indonesia. Maka setiap pengembangan desa wisata membutuhkan dukungan untuk terus menggali dan mengeksplor setiap keunikan yang ada di desa. So, apakah kamu tertarik untuk mengembangkan desa mu sebagai desa wisata?

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *