COVA CARE: TANAH SUNDA DARURAT BANJIR

Posted on Posted in Himakova

cova care 2Oleh: Firman Arief Maulana (Biro Sosial dan Lingkungan)

Setelah terjadinya bencana banjir yang menimpa saudara kita di Kab. Brebes, pertengan Februari silam, banjir kembali melanda tanah sunda, Jawa Barat ini. Akibat hujan deras yang melanda Jawa Barat mengakibatkan meluapnya sungai Cijangkelok sehingga menyebabkan longsor dan banjir di Kabupaten Kuningan pada Jum’at (23/2) lalu. Empat desa yang terdampak longsor meliputi Cipakem, Padamulya, Pakembangan dan Sindangjawa. Sedangkan 10 desa yang dilanda banjir meliputi Kawungsari, Randusari, Cibingbin, Citenjo, Sukaharja, Bunder, Datar, Benda, Gundungkarung dan Kananga. Karena kondisi tersebut sebanyak 241 jiwa harus mengungsi karena arus banjir sangat deras dan tiga unit mobil bahkan terseret arus banjir.

Masih di tanah sunda, tanggul sungai Cisanggarung tidak sanggup tingginya intensitas hujan beberapa waktu lalu sehingga menyebabkan terendamnya lima kecamatan di Kabupaten Cirebon terendam seperti Kecamatan Pasaleman, Ciledug, Pabuaran, Pabedilan dan Losari. Menurut masyarakat setempat, banjir kali ini merupakan banjir terparah sejak 70 tahun terakhir di Kab. Cirebon lantaran dampak bencana banjir yang sangat memperihatinkan. Selain menenggelamkan rumah warga, banjir juga menenggelamkan tanah landasan rel kereta api hanyut sehingga rel kereta api menggantung. Akibatnya, jalur kereta api lintas selatan maupun utara yang melewati Cirebon lumpuh total. Puluhan kereta api, tidak bisa melintasinya. Sebagai solusinya, PT Daop 3 Cirebon mengerahkan sejumlah armada bus untuk mengangkut penumpang yang tertahan di stasiun. Ada juga opsi mengembalikan yang tiket 100 persen.

Kondisi ini menjadi suatu perhatian bagi HIMAKOVA untuk membantu saudara setanah air di pelosok negeri, khususnya di tanah sunda. COVACARE yang merupakan program kerja tahun ini turut menggalang bantuan sosial berupa penyaluran baju bekas kepada saudara yang membutuhkan di sana. Penyaluran bantuan sosial ini juga  bekerja sama dengan teman mahasiswa daerah seperti IKC (Ikatan Kekeluaragaan Cirebon) dan HIMARIKA (Himpunan Mahasiswa Aria Kamuning). Semoga bantuan dana sosial ini dapat membantu saudara saudara di Kab. Cirebon dan Kab. Kuningan serta dapat diberikan ketabahan bagi keluarga di sana.

Bencana banjir di Tanah Sunda ini tidak lain terjadi karena dipicunya dari beberapa faktor. Peningkatan potensi cuaca ekstrem, dipicu adanya arus siklonik di wilayah Samudra Hindia barat daya Sumatra, adanya daerah konvergensi (pertemuan arus udara) di wilayah utara Jawa Barat, dan massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Jawa Barat. Kondisi tersebut menyebabkan hujan mengguyur beberapa daerah di Jawa Barat dengan intnesitas tinggi berturut – turut.

Selain itu, fungsi sungai juga kurang berjalan dengan baik. Beberapa sungai kerap kali terjadi adanya pendangkalan, penyempitan, dan pencemaran sungai. Pencemaran sungai berasal dari limbah rumah tangga, limbah pabrik yang tidak diolah terlebih dulu, dan kotoran ternak yang dibuang ke sungai. Selain mencemari sungai dari hulu sampai hilir, kapasitas sungai juga berkurang untuk menampung air hujan. Sehingga beberapa titik tanggul jebol dan meluap ke perumahan warga dan fasilitas umum.

Banyak langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk dapat mencegah banjir seperti :

  1. Membuang Sampah Pada Tempatnya
  2. Membuat Saluran Air atau Terowongan Air Bawah Tanah
  3. Mendirikan Bangunan/Konstruksi Pencegah Banjir
  4. Membersihkan dan Merawat Fasilitas Penyaluran Air
  5. Menanam Pohon Berbatang Besar di Sekitar Rumah
  6. Melestarikan keberadaan hutan di daerah masing – masing.
  7. Membuat lubang resapan (biopori)

Terlebih dari itu, satu satunya modal untuk dapat mencegah banjir yaitu kemauan dan tekad bersama untuk dapat menjaga lingkungan agar tetap lestari. Mari jaga lingkungan kita khususnya daerah sendiri untuk dapat dimanfaatkan secara lestari tanpa harus mencederai fungsi ekologisnya. Karena bumi hanya titipan bagi cucu kita di hari esok.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *