Cendana Putih

Posted on Posted in IPB

Oleh : KPF Himakova

cendana1

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Santalales
Famili: Santalaceae
Genus: Santalum
Spesies: Santalum album

Cendana putih (Santalum album) merupan pohon primadona lantaran aroma wangi dan harum yang khas. Kayu cendana dan minyak cendana yang dihasilkan dari pohon ini yang kemudian menjadikan harga pohon ini sangat mahal. Pohon cendana pada abad ke-15 menjadi daya tarik bagi bangsa Eropa untuk memburunya di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya pulau Sumba. Pohon cendana juga terdapat di beberapa lokasi di kampus Institut Pertanian Bogor. Pohon cendana dapat ditemukan di depan gedung balairung Fakultas Kehutanan IPB dan di jl. Cendana perumahan dosen.

cendana2

Pohon cendana saat ini mulai langka, IUCN Redlist pun memasukkannya sebagai spesies vulnerable. Penyebab kelangkaan pohon cendana lainnya adalah penebangan dan eksploitasi besar-besaran yang tidak diimbangi dengan pembudidayaan yang baik. Apalagi dengan karakteristiknya sebagai pohon hemiparasit sehingga sukar dibudidayakan. Cendana (Santalum album) memiliki batang berukuran kecil hingga sedang dengan diameter mencapai 40 cm dan tinggi mencapai 20 meter, dan kerap menggugurkan daun. Batangnya bulat agak berlekuk-lekuk. Tajuk pohonnya ramping atau melebar. Kulitnya kasar dan berwarna cokelat tua. Cendana merupakan tumbuhan hemiparasit (setengah parasit) yaitu bersifat parasit hanya dalam sebagian tahap perkembangannya. Pada awal masa pertumbuhannya kecambah pohon cendana membutuhkan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya. Karena prasyarat inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan. Pohon cendana dimanfaatkan terutama sebagai penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Minyak dan kayu cendana umumnya digunakan sebagai wewangian pada dupa, kosmetik, parfum dan sabun.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *