Bunga Bangkai atau Rafflesia ?

Posted on Posted in IPB

Oleh : KPF Himakova

Bunga bangkai (Amorphophallus sp.) merupakan tanaman yang memiliki bau yang khas. Tanaman  ini secara alami tumbuh tersebar di hutan hujan sebagai tumbuhan bawah pada tanah berkapur, akan tetapi tumbuhan ini juga dapat ditemukan di hutan dataran rendah beriklim tropis maupun sub tropis. Ukuran bunga  bangkai bisa lebih besar dibandingkan bunga raflessia. Bunga bangkai merupakan bunga majemuk  (inflorence) yang tumbuh secara bergerombol pada batang yang sama. Bunga bangkai mengalami 2 fase dalam hidupnya yaitu fase vegetative (aseksual) dan fase generatif (seksual). Pada fase vegetative di atas umbi akan muncul batang yang kemudian muncul daun yang mirip dengan pohon papaya. Pada fase generative, bunga bangkai akan mekar selama 7 hari dengan mencapai ketinggian bunga 4 m dan diameter mencapai 1,5 m. Bunga bangkai memiliki bagian yang menjulang (spadix) yang sebenarnya terdiri koloni bunga kecil. Bunga bangkai yang sering menjadi bahasan dan perbandingan dengan rafflesia yaitu arum titan (Amorphophallus titanum Becc). Bunga bangkai setelah masa mekarnya selesai akan kembali pada fase vegetative yaitu dengan munculnya batang baru di tempat bekas bunga mekar.

Gambar 1 Amorphophallus titanium
Gambar 1 Amorphophallus titanium
Gambar 2 Rafflesia arnoldii
Gambar 2 Rafflesia arnoldii

Rafflesia atau padma merupakan tumbuhan yang memiliki bau khas atau busuk yang mirip dengan bunga bangkai. Fungsi dari bau busuk, baik untuk bunga bangkai maupun rafflesia yaitu untuk menarik kumbang dan lalat penyerbuk bunga. Rafflesia tidak memiliki daun, sehingga bunga ini mengambil nutrisi dari pohon inangnya. Bentuk yang terlihat dari bunga ini yaitu bentuk bunganya yang mekar pada waktu tertentu. Keberadaan bunga rafflesia tersembunyi pada tubuh inangnya selama berbulan-bulan yang kemudian muncul tubuh bunga dan mekar selama 1 minggu. Salah satu bunga rafflesia yang ada di Indonesia yaitu Rafflesia arnoldii. Bunga rafflesia ini memiliki lima kelopak bunga kasar yang berwarna oranye dan berbintik-bintik krim warna putih pada saat bunga mekar. Pada saat mekar juga, diameter bunga mencapai 110 cm dengan tinggi sekitar 50 cm. Organ reproduksi yang dimiliki oleh bunga rafflesia yaitu benang sari dan putik yang berada dalam satu rumah yang terdapat di bagian dasar bunga yang melengkung. Proses pertumbuhan bunga memakan waktu selama 9 bulan dengan waktu mekar selama 5 – 7 hari yang kemudia bunga akan layu dan mati.Persebaran bunga rafflesia di Indonesia yaitu di hutan pegunungan bawah Jawa Barat, hutan dataran rendah sepanjang pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah, hutan dataran rendah di TN. Meru Betiri, serta hutan tropis Pulau Sumatera.

Bunga bangkai dan rafflesia memiliki perbedaan mulai dari fase berkembang, tempat ditemukan, dan ukuran serta bentuk bunga. Persamaan antara bunga bangkai dan rafflesia yaitu bau yang dikeluarkan dari bunga yang sama-sama memiliki bau busuk yang berfungsi sebagai penarik perhatian dari kumbang dan lalat untuk proses penyerbukan.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

2 thoughts on “Bunga Bangkai atau Rafflesia ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *