BUDIDAYA SIRIH HUTAN: BUKTI NYATA KONSERVASI KUPU-KUPU

Posted on Posted in Kupu-Kupu

1526560911640Identik dengan proses metaformosisnya dari mulai telur hingga menjadi kupu-kupu, sebagian orang seringkali merepresentasikan proses metamorfosis kupu-kupu sebagai perjuangan, kehidupan, dan harapan. Perjuangan seekor kupu-kupu untuk dapat hidup di era ini memasuki tantangan baru dengan maraknya pembukaan lahan yang tidak selalu memerhatikan aspek lingkungan sehingga meninggalkan jejak ekologi yang cukup berdampak bagi kelestarian kupu-kupu.

Keberadaan kupu-kupu sangat bergantung pada tumbuhan inang, yakni tumbuhan tertentu yang dimanfaatkan kupu-kupu pada saat fase larva (ulat). Jenis kupu-kupu tertentu merupakan monofag atau pemakan jenis tanaman inang khusus, contohnya jenis kupu-kupu dilindungi yakni Troides sp. dengan tanaman inang berupa sirih hutan (Aristolochia tagala).

Sirih hutan merupakan tumbuhan merambat yang tumbuh di hutan-hutan hujan tropis (Braby 2000). Larva dari jenis tertentu seperti Troides sp. dan Pachliopta sp. mengkonsumsi daun sirih hutan sebagai bentuk perlindungan terhadap predator karena sirih hutan mengandung aristolochic acid yang membuat predator merasakan pahit (Nishida et al 1993). Meski merupakan tanaman inang dari berbagai jenis kupu-kupu dilindungi, budidaya sirih hutan masih kurang diketahui oleh masyarakat.

2Adalah Kelompok Pemerhati Kupu-Kupu (KPK) “Sarpedon” HIMAKOVA yang mencoba mempertahankan harapan kelestarian kupu-kupu melalui kegiatan budidaya sirih hutan. Kegiatan ini disambut positif oleh Pembina KPK “Sarpedon” Ir. Lin Nuriah Ginoga, M.Si yang menjadi pemateri utama dalam kegiatan budidaya sirih hutan kali ini. Beliau mengatakan bahwa pakan merupakan faktor yang sangat penting dalam menjaga kelestarian kupu-kupu sehingga upaya budidaya pakan khususnya sirih hutan perlu dilakukan guna melestarikan keberadaan kupu-kupu di alam.

Kegiatan dilakukan dengan membuat media semai dengan komposisi top soil, kompos, dan serasah dengan komposisi 1:1:1. Biji sirih hutan yang sudah matang kemudian disebar pada media semai kemudian disiram. Menurut Ir. Lin Nuriah Ginoga, M.Si, ketersedian air merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan budidaya sirih hutan, sehingga keadaan media semai tidak boleh kekurangan air hingga terjadi proses perkecambahan. Proses penyemaian ini berlangsung 7-10 hari atau hingga sirih hutan mulai berkecambah. Setelah tumbuh 2-4 helai daun, maka sirih hutan dapat dipindahkan ke media tanam lain seperti polybag.

3Pustaka:

Braby MF. 2000. Butterflies of Australia : Their Identification, Biology and Distribution. CSIRO Publishing Victoria.

Nishida R, Weintraub JD, Feeny P, Fukami H. 1993. Aristolochic Acid from Thottea sp (Aristolociaceae) and The Osmeterial Secretations of Thottea-Feeding Troidine Swallowtail Larvae (Papilionidae). Journal of Chemical Ecology. 19(7):1587-1594.

http://florafaunaweb.nparks.gov.sg

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *