BIRD MIGRATORY

Posted on Posted in IPB

Tak banyak orang tahu pada hari tanggal 10 Mei 2017 kemarin diperingati sebagai Hari Migrasi Burung Sedunia (World Migratory Bird Day/WBMD). Untuk tahun ini tema yang diusung adalah “Their future is our future. A healthy planet for migratory birds and people.” Konservasi burung melalui pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan juga penting bagi kelangsungan masa depan umat manusia. Perayaan Hari Migrasi Burung Sedunia ini merupakan agenda rutin berupa kampanye untuk meningkatkan  kesadaran secara global dengan tujuan memberikan perlindungan burung migran dan habitatnya.

Migrasi burung merupakan fenomena yang luar biasa. Makhluk yang berukuran kecil tersebut sanggup melakukan terbang jarak jauh hingga ribuan bahkan belasan ribu kilometer pulang pergi. Burung merupakan makhluk penting yang mampu menandai adanya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Karena migrasi merupakan salah satu cara untuk beradaptasi dengan perubahan cuaca burung di tempat asalnya. Alam serta iklim yang terganggu, juga akan mengganggu siklus hidup burung migran.

Kemampuan burung migran dengan struktur morfologi, fisiologi, dan kemampuan terbang serta menentukan arah hingga saat ini masih menjadi bagian penelitian para ahli. Kegiatan migrasi ini berulang setiap tahun dengan presisi yang menakjubkan. Umumnya burung yang melakukan migrasi adalah jenis burung-burung air dan burung pemangsa (raptor).

Indonesia sebagai salah satu negara yang dilewati migrasi burung air di jalur terbang Asia Timur-Australasia, memiliki peran penting dalam pelestarian burung ini. Ancaman utama yang dihadapi burung saat migrasi adalah hilangnya habitat alami, hilangnya tempat persinggahan, dan hilangnya habitat tempat tujuan migrasi akibat pembangunan dan alih fungsi lahan.

Konservasi habitat mutlak diperlukan bagi daerah-daerah yang sudah diketahui sebagai tempat persinggahan dan tempat tujuan burung migran. Fenomena migrasi burung ini sangat menarik dan edukatif jika dilihat dari lokasi yang tepat. Fenomena ini dapat menjadi salah satu atraksi wisata yang jarang ada, karena periode waktunya yang mungkin cuma bisa dilihat 1 kali dalam setahun.

Dari fenomena migrasi burung ini dapat dipelajari banyak hal, seperti waktu migrasi, jalur migrasi, asal kedatangan burung, puncak waktu migrasi, dan indikator waktu migrasi burung terhadap iklim global.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *