BIODIVERSITAS LEBIH DARI SEKEDAR ANGKA

Posted on Posted in Himakova, IPB, Kampus Biodiversitas, Konservasi

KAMBIO 500

 

Oleh : Biro Sosial Lingkungan HIMAKOVA

 

Kampus  Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga dengan luas kurang lebih 250 ha memiliki ruang terbuka hijau yang luas.  kampus yang terletak di Kecamatan Dramaga Bogor ini memiliki berbagai tipe habitat seperti kawasan Arboretum Lansekap, Arboretum Fakultas Kehutanan, Arboretum Cikabayan, tegakan bambu, tegakan di sekitar Mesjid Alhurriyah, serta Danau LSI merupakan habitat penting bagi satwa di kampus ini. Berdasarkan hasil monitoring kampus yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA), tercatat sebanyak 173 spesies tumbuhan, 22 spesies mamalia, 88 spesies burung, 12 spesies amfibi, 38 spesies reptil, dan 75 spesies kupu-kupu. Hasil ini merupakan salah satu dasar pendeklarasian IPB sebagai kampus Biodiversitas oleh rektor yang dilakukan tepat setahun yang lalu (22 April 2016).

Kampus IPB Darmaga dicanangkan sebagai Kampus Biodiversitas pada tanggal 22 Mei 2011, bertepatan dengan Hari Biodiversitas Dunia. Pencanangan ini kemudian diikuti dengan berbagai kegitan salah satu diantaranya yaitu melakukan diskusi dengan berbagai pihak termasuk dosen serta LK dan LS di IPB yang dimotori oleh Himakova demi terwujudnya Kampus IPB Darmaga sebagai kampus Biodiversitas. Kemudian pada tanggal 22 April 2016, bersamaan dengan gerakan hijau (green movement), kampus IPB Darmaga dideklarasikan sebagai Kampus Biodiversitas.

Deklarasi IPB sebagai satu-satunya kampus Biodiversitas diharapkan tidak hanya membahas tentang banyaknya jumlah flora dan fauna yang ada di lingkungan kampus tetapi juga diikuti dengan upaya melindungi, melestarikan, dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan yang menjadi modal dasar pembangunan untuk kesejahteraan bersama baik Civitas Akademika maupun masyarakat sekitar. Biodiversitas kampus yang tinggi secara tidak langsung berpengaruh terhadap lingkungan. Sebut saja Serak Jawa (Tyto alba), menurut penelitian sepasang Serak jawa di dalam sangkar mampu memangsa 3650 ekor tikus per tahun, dan seekor burung ini mampu memangsa tikus 2 – 5 ekor per hari dengan radius terbang 12 Km (Erik, 2008). Lain halnya dengan Kelelawar Ladam Umum (Rhinolophus affinis), kelelawar jenis ini mampu memakan 2,65 gram serangga (1 gram serangga yang dimakan kelelawar setara dengan 500 individu) dengan kata lain kelelawar ini mampu memangsa 1320 individu serangga (Prakarsa dan Ahmadin 2013). Begitu pula dengan jenis reptilia, amfibi, dan Kupu-kupu yang memiliki peranannya masing-masing dalam ekosistem untuk menciptakan lingkungan yang seimbang demi mendukung kehidupan civitas akademika IPB serta masyarakat sekitarnya.

Hal-hal tersebut diatas setidaknya mampu menjadi alasan untuk mewujudkan pembangunan yang bijaksana dan berkelanjutan di Kampus IPB darmaga. Karena beragamnya jenis-jenis flora dan fauna tersebut mampu menjadi potensi sumberdaya alam di masa mendatang atau hanya sebatas data yang tak lagi memiliki perwujudan jika tidak mampu dikelola dengan prinsip-prinsip kelestarian.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *