BELAJAR PELAFALAN NAMA ILMIAH

Posted on Posted in Biodiversitas

Apa itu nama ilmiah?

Nama ilmiah (nama latin) merupakan aturan penamaan baku bagi semua organisme yang terdiri dari dua kata dari sistem taksonomi dengan mengambil nama genus dan spesies. Nama yang dipakai adalah nama baku yang diberikan dalam bahasa Latin atau bahasa lain yang dilatinkan. Aturan ini pada awalnya diterapkan untuk fungi, tumbuhan dan hewan oleh penyusunnya (Carolus Linnaeus) (Syamsiah 2006).

Apa fungsi dari pemberian nama ilmiah?

Nama ilmiah makhluk hidup merupakan hal yang penting, dengan nama ilmiah maka akan dengan mudah mengetahui ciri-ciri, hubungan kekerabatan, dan interaksi makhluk hidup di lingkungan.

Bagaimana bahasa Latin digunakan dalam nama ilmiah?

Bahasa latin adalah sebuah bahasa Italik yang berasal dari Latium, sebuah daerah di Italia sekeliling kota Roma. Bahasa ini menjadi penting karena munculnya kekaisaran Romawi yang menggunakan bahasa latin sebagai bahasa resminya dan menjadi bahasa internasional. Bahasa ini kemudian dipakai sebagai lingua franca, bahasa liturgis gereja dan bahasa ilmu pengetahuan setelah runtuhnya Kerajaan Romawi.

Bahasa latin banyak digunakan dalam bidang sains dan medis karena latin merupakan bahasa yang digunakan oleh para ilmuwan terdahulu. Sebagian besar kaum naturalis menulis dalam bahasa latin, sehingga nama-nama yang dipakai untuk hewan dan tumbuhan juga menggunakan bahasa latin (Winston 1999).

Bagaimana cara pelafalan nama imiah?

  1. Huruf mati (konsonan)
  • C diucapkan Kjika diikuti huruf A, O, U, atau konsonan lain, contoh: Gekko gecko (Gekko gekko)
  • Cdiucapkan C jika diikuti AE, OE
  • C diucapkan Sjika diikuti huruf E, I, atau Y, contoh: Leucocephalon yuwonoi (Leucosephalon yuwonoi)
  • CH diucapkan K contoh: Bronchocela jubata (Bronkocela jubata)
  • C dan CH diawal bertemu huruf konsonan melebur contoh: Xenochrophis vittatus (Xenorophis vittatus)
  • G diucapkan G
  • G diucapkan J apabila huruf G diikuti E, atau I
  • G di depan huruf N diucapkan NY
  • P diawal bertemu huruf konsonan dibaca melebur,contoh: Ptyas korros (tyas korros)
  • PH diucapkan F, contoh: Duttaphrynus melanostictus (Duttafrynus melanostictus)
  • RH diucapkan R, contoh: Rhabdophis subminiata (Rabdophis subminiata)
  • S diucapkan S
  • S diucapkan SY jikadiikuti oleh CE, atau CI, contoh: Philautus aurifasciatus (Philautus aurifasyciatus)
  • T diucapkan T
  • T diucapkan TS jikadiikuti I kemudian diikuti bunyi hidup dan tidak didahului oleh S
  • TH, huruf H melebur dibaca T contoh: Plethodon cinereus (Plettodon cinereus)
  • X diucapkan KS,contoh: Ambystoma mexicanum (Ambystoma meksicanum)
  • X diucapkan S, contoh: Xenopeltis unicolor (Senopeltis unicolor)
  1. Huruf hidup (vokal)
  • Huruf hidup dalam bahasa Latin diucapkan seperti huruf-huruf hidup dalam bahasa Indonesia.
  • AE,OE, dan EAE diucapkan E, contoh: Chelodina novaeguineae (Chelodina noveguine)
  • Sebelumnya ada huruf C atau G maka seolah-olah sebelum membaca AE dan OE ada huruf E
  • AU diucapkan AW

Pustaka:

Elena A. 2014. Cara pelafalan nama ilmiah (scientific name).  http://zaraalinaelena.blogspot.co.id/2014/01/cara-pelafalan-nama-ilmiah-scientific.html?m=1 [diunduh 2018 Feb 18].

Martinus S, Hartono RS.2008. Kamus Nomenklatur Zoologi dan Botani. Yogyakarta (ID): CV Andi Offset.

Syamsiah. 2006. Buku Ajar Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Makassar (ID): Badan Penerbit UNM.

Winston JE. 1999. Describing Species: Practical Taxonomic Procedure for Biologists. New York (US): Columbia University Press.

Wulandari S. 2013. Cara membaca kata-kata latin. http://kamusbiologi9.blogspot.co.id/2013/12/cara-membaca-kata-kata-latin.html?m=1 [diunduh 2018 Feb 18].

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *