APA ITU SIMPLISIA?

Posted on Posted in IPB

Oleh: KPF Himakova

Sumber: ilmu-kefarmasian
Sumber: ilmu-kefarmasian

Apa kamu tau simplisia? Atau bahkan baru kali ini dengar istilah simplisia? Menurut Departemen Kesehatan RI Simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apa pun, dan kecuali dinyatakan lain umumnya berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia terbagi menjadi 3 golongan yaitu simplisia nabati, simplisia hewani, dan simplisia mineral. Yang akan dibahas pada artikel ini adalah simplisia nabati.

Simplisia nabati yaitu simplisia yang dapat berupa tanaman utuh, bagian tanaman, eksudat tanaman, atau gabungan antara ketiganya. Eksudat tanaman adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau dengan cara tertentu sengaja dikeluarkan dari selnya. Eksudat tanaman dapat berupa zat-zat atau bahan-bahan nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan/diisolasi dari tanamannya.

Bahan-bahan nabati yang dapat digunakan sebagai obat antara lain dapat berasal dari kulit tumbuhan (misalnya kulit buah delima/Punica granatum yang berkhasiat sebagai obat cacing), akar (misalnya akar tapak dara/ yang berkhasiat sebagai obat diabetes, obat kanker), daun (misalnya daun saga/latin yang berkhasiat sebagai obat sariawan, obbat batuk), bunga (misalnya bunga cengkeh/latin yang berkhasiat untuk menghilangkan mual dan muntah), buah (misalnya mahkota dewa/latin yang berkhasiat untuk obat asam urat), biji (misalnya biji kopi yang berkhasiat sebagi penawar racun), dan lain lain. Biasanya, simplisia dijadikan obat-obatan tradisional dalam bentuk larutan, serbuk, tablet, maupun kapsul.

Simplisia memiliki banyak keunggulan antara lain efek sampingnya relatif lebih kecil daripada obat-obatan kimia karena berasal dari alam, adanya komposisi yang saling mendukung untuk mencapai efektivitas pengobatan, dan lebih sesuai untuk penyakit metabolik dan degeneratif. Meskipun begitu, obat tradisional ini memiliki kekurangan yaitu memiliki efek farmakologis yang lemah, bahan baku belum terstandar, dan belum dilakukan uji klinik serta mudah tercemar berbagai mikroorganisme. Jika ingin menggunakan simplisia sebagai obat tradisional, sebaiknya menggunakan simplisia dari kelompok obat fitofarmaka atau fitoterapi yang telah teruji khasiat dan keamanannya, teruji secara klinis, bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, serta memenuhi indikasi medis.

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *