EKOWISATA PANTAI

Posted on Leave a commentPosted in IPB

E

 

Wisata pantai umumnya hanya sebatas menikmati keindahan alam, mandi, surfing dan kegiatan lain yang bersifat konvensional. Hal ini tak lepas dari bagaimana sebuah obyek wisata itu di kembangkan, pemanfaatan obyek wisata pantai biasanya di titik beratkan pada pengembangan amenitas, seperti pembangunan hotel dan sarana lain seperti yang terjadi di Bali. Hal ini dirasa kurang begitu memberikan nilai lebih pada suatu objek wisata pantai, serta pengembangan fasilitas terkadang member dampak buruk dan merusak ekosistem dan keasrian pantai itu sendiri.

Dalam pengembangan obyek wisata pantai yang mengacu pada ekowisata, pada dasarnya wisatawan di ajak untuk menikmati keindahan alam pantai dan laut sembari melakukan tindakan konservasi terhadap ekosistem dan alam di sekitar obyek wisata. Ekowisata akan memberikan wisatawan berbagai opsi atraksi wisata, tidak hanya sekedar atraksi wisata konvensinal seperti berenang, berjemur, berfoto dan lain sebagainya, akan tetapi juga menambah wawasan wisatawan karena pembelajaran terhadap alam juga menjadi atrakasi tersendiri di konsep ini.

 

Dalam konsep ekowisata, pelibatan secara aktif masyarakat sosial budaya sekitar juga perlu di perhatikan. Pada dasarnya masyarakat sekitar merupakan subyek yang paling paham tentang keadaan alam obyek wisata. Mereka sudah tinggal lama dan mampu beradaptasi dengan baik, yang secara tidak langsung mereka tahu bagai mana menjaga lingkungan sekitar mereka. Adanya kesinergisan antara alam dan penduduk sekitar melahirkan kearifan lokal yang merupakan produk dari dialektika masyarakat sekitar dengan alam yang mereka pijak.

 

FacebookTwitterGoogle+LineGoogle GmailShare

HARI BADAK INTERNASIONAL : Berlari Untuk Badak

Posted on Leave a commentPosted in IPB

Badak 3

Indonesia memiliki dua spesies badak, yaitu Badak Sumatera (Dicerorinus sumatranus), dan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Kedua spesies badak ini, dalam pengkategorian status konservasi, termasuk satwa kritis yang terancam punah.  HIMAKOVA bekerjasama  Keberadaannya di alam dan di penangkaran menjadi perhatian banyak pihak di Indonesia dan di dunia. Mari bersama-sama merawat dan mendukung konservasi badak, kekayaan Indonesia yang sangat berharga. HIMAKOVA bekerja sama dengan YABI turut memeriahkan dan memasyarakatkan Hari Badak yang jatuh pada 22 September 2017 lalu. Kegiatan ini berpusat di depan Hotel Kempinski Bundaran Hotel Indonesia. Aksi ini merupakan ajakan untuk melestarikan dua spesies badak yang ada di Indonesia, yaitu Badak Jawa dan Badak Sumatera. Keberadaan badak yang sudah dalam kategori kritis terancam punah memerlukan perhatian bersama dalam upaya konservasinya

Badak 1

Panthera 54

Posted on Leave a commentPosted in IPB
PhantePanthera 54 merupakan salah satu program kerja Biro Kekeluargaan HIMAKOVA yang diselenggarakan untuk menyambut mahasiswa baru DKSHE angkatan 54 dan untuk memperingati ulang tahun HIMAKOVA yang ke 32.  Pada Hari Jumat, 12 September 2017 Auditorium Silva Pertamina dipeuhi dengan dosen,pegawai, mahasiswa lama, mahasiswa baru semua dalam rangka menyambut keluarga baru Departemen  Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata angkatan 54 serta juga memperingati ulang tahun HIMAKOVA yang ke -32. Terlihat angkatan 54 yang antusias dalam mengikuti acara serta juga menampilkan sebuah drama yang penuh semangat serta sarat dengan makna.
Phan

HARI ULANG TAHUN HIMAKOVA (12 September 1985 – 2017) : Jelajah Negeri 32 Tahun Mengabdi

Posted on Leave a commentPosted in IPB

Capture  32 tahun yang lalu, pada 12 September 1985, Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA) mulai berkiprah.
Pada awal berdirinya, HIMAKOVA memiliki 5 Kelompok Pemerhati (KP) yang turut serta dalam membangun fondasi HIMAKOVA. Hingga tahun ini, HIMAKOVA mempunyai 8 Kelompok Pemerhati. Sampai tahun 2017, HIMAKOVA memiliki 6 Biro (PSDM, Kekeluargaan, Kesekretariatan, Kewirausahaan, Informasi dan Komunikasi, Sosial dan Lingkungan) dan 8 Kelompok Pemerhati (Mamalia, Burung, Herpetofauna, Kupu-kupu, Flora, Gua, Ekowisata) ditambah dengan Fotografi Konservasi. Terinspirasi dari setiap perjalanan untuk menjelajahi negeri dan menorehkan karya sebagai wujud nyata pengabdian untuk Indonesia. Melalui gerakan-gerakan konservasi dan pengabdian masyarakat, dari tahun ke tahun, HIMAKOVA senantiasa berusaha mengembangkan kemampuan anggotanya untuk mengelola sumberdaya alam secara adil dan lestari, perjalanan dan perjuangan dalam rangka menjaga kibar panji bakti konservasi.

EXPO HIMAKOVA 2017, “Konservasi Masa Kini”

Posted on Leave a commentPosted in IPB

EXPO 2 PASTI FIX

Dewasa ini perkembangan zaman semakin cepat, paradigma konservasi pun turut berubah. Awalnya, perlindungan sumberdaya alama menjadi prioritas utama. Konservasi dalam pengertian sekarang, sering diterjemahkan sebagai pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana dan lestari. HIMAKOVA mencoba mengangkat isu tersebut dan mengemasnya dalam sebuah pameran yang tentunya informatif dan menarik. Expo HIMAKOVA 2017 yang bertemakan “Konservasi Masa Kini” mencoba mengangkat isu- isu yang saat ini sedang merambah dunia melalui kajian dari Kelompok Pemerhati HIMAKOVA. Kajian tersebut antara lain penangkaran mamalia langka dari Kelompok Pemerhati Mamalia, migrasi burung dari Kelompok Pemerhati Burung, edukasi herpetofauna dari Kelompok Pemerhati Herpetofauna, Pemanfaatan Kupu-kupu dari Kelompok Pemerhati Kupu-kupu, Pemanfaatan Tumbuhan Obat dari Kelompok Pemerhati Flora, Ayo ke Taman Nasional dari Kelompok Pemerhati Ekowisata, Caving technique dari Kelompok Pemerhati Gua, dan Panorama Kehidupan dari Kelompok Minat Bakat Fotografi Konservasi. Expo HIMAKOVA 2017 juga menampilkan ekspedisi – ekspedisi terdahulu HIMAKOVA sebagai informasi kepada pengunjung.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari di Koridor Pinus IPB ini cukup menarik perhatian civitas kampus IPB.  Adapun luaran dari kegiatan ini adalah membangun persepsi civitas IPB terhadap kondisi dari Konservasi Masa Kini.

 

Capture EXPO